Pidato di KTT Perubahan Iklim di Paris, Jokowi Singgung Soal Terorisme
Dunia

Presiden juga menyampaikan bela sungkawa untuk tragedi yang terjadi di Paris 13 November lalu.

WowKeren - Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi menjadi salah satu kepala negara yang hadir di pertemuan KTT Perubahan Iklim (COP 21) di Paris. Dalam pidatonya, selain membahas soal penurunan emisi, Jokowi juga menyinggung masalah terorisme.

"Duka cita kami yang dalam atas aksi teror di Paris tanggal 13 November 2015, yang menelan korban sipil yang tidak berdosa," ungkap Jokowi dalam pidato tersebut, Senin (30/11). "Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia menegaskan bahwa Islam mengajarkan perdamaian."

Jokowi juga menegaskan jika terorisme tidak berkaitan dengan agama apapun. "Islam mengajarkan toleransi. Tindakan teror tersebut tidak ada kaitannya dengan agama, bangsa dan ras apapun," sambungnya.


Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyatakan jika Indonesia sanggup menurunkan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030, bahkan sampai 41 persen jika memperoleh bantuan internasional. Menurutnya, penurunan emisi dilakukan dengan mengambil beberapa langkah dalam berbagai bidang.

Dalam bidang energi, akan dilakukan pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif dan peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan hingga 23 persen dari konsumsi nasional tahun 2025. Selain itu, juga dengan pengolahan sampah menjadi sumber energi.

Dalam bidang tata kelola hutan dan sektor lahan, dilakukan penerapan one map policy dan menetapkan moratorium serta review izin pemanfaatan lahan gambut, pengelolaan lahan dan hutan produksi lestari. Sedangkan di bidang maritim, dilakukan dengan mengatasi perikanan ilegal dan perlindungan keanekaragaman hayati laut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!