American Chemical Society unggah video jelaskan mengapa cabai itu bisa 'membakar' dan solusinya.
- Tim WowKeren
- Kamis, 03 Desember 2015 - 10:55 WIB
WowKeren - Ketika memakan sesuatu yang pedas, biasanya hal pertama yang kita cari adalah air dingin. Namun tahukah jika dengan meminum air, rasa terbakar akibat pedas justru akan semakin menyebar?
Baru-baru ini, kelompok American Chemical Society mengeluarkan sebuah video yang menjelaskan mengapa cabai itu bisa "membakar". Video tersebut mengungkapkan bahwa bahan yang "membakar" itu terikat dengan reseptor rasa sakit di lidah dan menjelaskan mengapa susu lebih efektif untuk mengurangi rasa terbakar setelah makan pedas.
Dalam video itu dijelaskan bahwa zat dalam cabai, capsaicin tidak memilki warna dan tidak pedas. Namun ketika zat itu terikat pada reseptor rasa sakit TRPV1, mereka mengirimkan sinyal ke otak dan mengatakan jika kita telah memakan sesuatu yang harusnya tidak dimakan.
Semakin banyak jumlah capsaicin yang terkandung dalam cabai, semakin banyak juga yang terikat pada reseptor TRPV1 yang mengakibatkan mulut menjadi seperti terbakar. Dalam mengurangi rasa terbakar ini, lebih disarankan untuk menggunakan susu dibanding dengan hanya air biasa.
Alasannya, capsaicin merupakan molekul non-polar yang hanya dapat diserap oleh molekul non-polar lainnya. Sedangkan air merupakan zat polar, sehingga air justru akan menyebarkan capsaicin ke seluruh mulut.
Namun, jika memilih susu yang terdapat molekul non-polar, capsaicin akan terserap dan rasa terbakar itu pun menjadi berkurang. Selain itu, di dalam susu juga ada protein kasein yang menarik molekul capsaicin. Jadi, jika anda merasa kepedasan, sebaiknya gunakan susu atau es krim untuk meredakannya.
(wk/)