Menurut Prilly, daripada dicap jelek lebih baik sinetron 'Ganteng- Ganteng Serigala' disudahi saja.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 26 Desember 2015 - 13:20 WIB
WowKeren - Sinetron "Ganteng-Ganteng Serigala" (GGS) sudah melewati masa keemasannya. Bagi Prilly Latuconsina, pemeran Sisi dalam "GGS", redupnya popularitas "GGS" adalah sesuatu yang wajar.
Menurut Prilly sudah saatnya para pemain "GGS" membuat trend baru dan tak lagi mengangkat trend vampir dan serigala. "Masa (keemasan) 'GGS' sudah lewat, berarti harus menghasilkan sesuatu yang baru, trend yang berbeda. Kemarin lahir trend vampir dan serigala, mungkin nanti akan ada trend baru lagi," ungkapnya.
Rekan main Aliando Syarief itu juga menambahkan, "GGS" tak perlu lagi dilanjutkan. Ia tak ingin sinetron yang dibintanginya justru dicap jelek oleh para pemirsa karena mengangkat cerita yang tak lagi diminati para penikmat sinetron. "Kalau 'GGS' diteruskan tapi fans nggak suka sama ceritanya, malah 'GGS' dicap jelek," ungkap pesinetron berusia 19 tahun itu.
Prilly ingin sinetron yang membesarkan namanya itu bisa tetap dikenang layaknya sinetron lawas Indonesia "Tersanjung". "Aku ingin 'GGS' selalu dikenang kayak sinetron 'Tersanjung'," tambahnya.
"GGS" sempat mencoba meraih masa keemasannya lagi lewat "Ganteng-Ganteng Serigala Return". Tak hanya itu, "GGS" juga sempat ditayangkan ulang, tapi baru 2 kali tayang sinetron ini kembali dihentikan karena rating yang jeblok. Nampaknya, "GGS" tak bisa mengalahkan popularitas sinetron "Anak Jalanan" yang memang sedang jadi sinetron favorit saat ini.
(wk/)