Terkait Bom Sarinah, KPI Minta Stasiun TV Tak Siarkan Berita Hoax
TV

Sebelumnya, TV One memang sempat menyampaikan informasi yang salah mengenai ledakan bom susulan di beberapa wilayah di Jakarta.

WowKeren - Tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat pada hari Kamis (14/1) pastinya menimbulkan kepanikan warga. Ditambah dengan kabar hoax yang rentan beredar melalui stasiun televisi maupun sosmed.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia meminta stasiun televisi agar lebih hati-hati dalam menyampaikan berita tentang peristiwa ledakan bom ini. Jangan sampai ada berita hoax yang disampaikan pada karena akan membuat warga semakin panik.

Dilansir dari tabloidBintang, himbauan ini disampaikan secara langsung oleh wakil ketua KPI, Idy Muzayyad. Menurut Idy, ia sempat menemukan ada salah satu stasiun televisi yang menyiarkan berita yang tidak benar. TV One memang sempat menyampaikan informasi yang salah mengenai ledakan susulan yang terjadi kawasan Slipi, Kuningan dan Cikini.


"Padahal berita tersebut, tentunya sudah menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran di masyarakat," ujar Idy. "Kita tentunya menginginkan stasiun televisi dapat sesuai dengan arah penyiaran diantaranya memberikan informasi yang benar, seimbang dan bertanggung jawab".

Selain itu, Idy berharap agar media turut meredam informasi yang tidak benar yang mungkin saja beredar melalui sosmed atau SMS. Ia juga berharap stasiun televisi lebih berhati-hati dalam menayangkan gambar korban musibah, boleh atau tidak untuk ditayangkan. Semuanya harus sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) tahun 2012.

Jika tak sesuai, Idy mengingatkan bahwa setiap pelanggaran pasti akan dikenakan sanksi. Mulai dari teguran tertulis maupun langsung, pengurangan durasi, bahkan program bisa dihentikan sementara.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait