Bukan TV One atau Metro TV, stasiun televisi yang banyak ditonton terkait tragedi Bom Sarinah adalah SCTV.
- Tim WowKeren
- Jumat, 15 Januari 2016 - 20:26 WIB
WowKeren - Meski bukan termasuk stasiun televisi spesialis berita, SCTV rupanya dianggap lebih akurat dalam menyampaikan berita. Hal tersebut bisa dilihat dari persaingan rating saat peristiwa Bom Sarinah hari Kamis, 14 Januari. "Liputan 6" rupanya tercatat sebagai program jurnalistik yang paling banyak ditonton terkait tragedi kemanusiaan ini.
Meski posisi 10 besar masih didominasi oleh sinetron dan program hiburan lainnya, rating "Liputan 6 Siang" rupanya mampu tembus 20 besar dengan menempati urutan ke-19. Menurut data Nielsen, program ini mampu meraup rating TVR 1,8 persen dan TVS 12,6 persen.
Sementara itu, "Liputan 6 Terkini" pukul 10.21 WIB menempati posisi ke-21 dengan rating TVR 1,7 persen dan TVS 19,6 persen. Sedangkan rating rata-rata "Breaking News" SCTV mampu menempati posisi ke-23 dengan TVR 1,7 persen dan TVS 10,8 persen. Tak hanya dilihat dari segi rating, siaran berita SCTV ini juga tak mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia.
Menyusul SCTV, program berita ANTV menjadi yang banyak ditonton. Rating "Topik Terkini" yang dirata-rata berhasil menempati posisi ke 30 dengan TVR 1,5 persen dan TVS 11,0 persen. Karena tayang tepat setelah "Uttaran", rating "Topik Terkini" pada pukul 16.01 WIB jadi yang tertinggi dengan TVR 2,7 persen dan TVS 19,8 persen.
Namun rating TV One dan Metro TV yang notabene adalah televisi berita ternyata sangat memprihatinkan. Meski menyiarkan "Breaking News" mengenai Bom Sarinah selama 15 jam tanpa jeda, TV One hanya mampu menempati posisi ke-32 dengan rating TVR 1,5 persen dan TVS 10,1 persen.
Sementara Metro TV yang menyiarkan liputan berita mulai pukul 09.42 WIB sampai 00.29 WIB. Program "Breaking News" Metro TV harus rela tertinggal jauh di posisi ke-69 dengan rating TVR 1,1 persen dan TVS 6,8 persen.
(wk/)