Januar Alfin alias Begeng menculik Jamaludin gara-gara terdesak butuh uang Rp 250 juta untuk biaya nikah.
- Tim WowKeren
- Kamis, 11 Februari 2016 - 19:01 WIB
WowKeren - Januar Alfin alias Begeng, si penculik sekaligus pembunuh bocah SD Depok Jamaludin sempat diduga sebagai seorang paedofil. Namun, melalui hasil autopsi korban, pihak kepolisian telah memastikan jika kejahatan yang dilakukan Begeng murni hanya untuk mendapatkan uang.
"Tim kedokteran forensik sudah memeriksa korban dengan swap, tak ditemukan sperma pada dubur korban dan tersangka," ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono, Kamis (11/2). "Tim psikologi juga menyatakan tersangka normal, tidak alami disfungsi seksual. Motif ekonomi murni."
Motif Begeng sebenarnya adalah mencari uang untuk biaya pernikahan dengan kekasihnya. "Motifnya ekonomi karena tersangka akan melangsungkan pernikahan sebulan lagi, butuh biaya besar. Terlintas melakukan tindak pidana penculikan dengan biaya tebusan yang cepat," ungkap Dwiyono.
Begeng diungkapkan sebenarnya menginginkan uang Rp 250 juta seperti syarat yang diajukan oleh keluarga dari calon mempelai perempuan. Karena tak memiliki biaya, Begeng akhirnya memutuskan untuk mencari jalan pintas dengan menculik korban yang merupakan adik dari temannya sendiri.
"Terlintas melakukan tindak pidana penculikan dengan minta biaya tebusan yang cepat," kata Dwiyono. Begeng yang telah kenal dengan keluarga korban lalu berpikir ulang tentang uang tebusan. Ia akhirnya meminta tebusan Rp 75 juta dari keluarga sederhana yang hanya memiliki usaha bengkel itu.
"Pelaku ini kan sudah kenal keluarga korban, ia berpikir kalau Rp 250 juta nggak ada tapi kalau Rp 75 juta ada," jelas Dwiyono. "Makanya yang cepat dikasih, dia hanya minta segitu. Rencana penculikan dilakukan usai pelaku pulang dari rumah orangtua calon istrinya."
Sementara itu, sebelumnya Begeng mengaku hanya berniat menculik dan tak ada maksud untuk membunuh. Namun, saat itu rumahnya telah dikepung polisi. Korban yang terus menangis keras akhirnya dibekap dengan bantal oleh Begeng karena panik dan takut ketahuan.
(wk/)