Digerebek Polisi, Jamaah Ansharus Bantah Gelar Latihan Militer
SerbaSerbi

Polisi menggerebek markas Jamaah Ansharus Syariah karena diduga mengadakan latihan militer di Gunung Sumbing.

WowKeren - Jamaah Ansharus Syariah atau JAN merupakan salah satu organisasi Islam yang ada di Indonesia. Anggota kelompok terutama berada di Jawa Tengah.

Namun, baru-baru ini kelompok JAS membuat heboh masyarakat. Jumat (19/2), pihak kepolisian menggerebek basecamp mereka karena dugaan melakukan pelatihan militer di Gunung Sumbing.

Menanggapi penangkapan tersebut, pihak JAS akhirnya buka suara. Humas JAS, Endro Sudarsono mengungkap yang dilakukan anggotanya di Gunung Sumbing bukanlah latihan militer.


"Ini diklat tanggap bencana, bukan latihan militer," ujar Endro. "Diklat ini bertujuan membekali anggota JAS untuk mengantisipasi berbagai bencana alam di Jawa Tengah, dengan berbagai ketrampilan seperti P3 dan survival."

Endro juga membantah adanya senjata tajam yang dibawa oleh anggotanya. Meski begitu, JAS telah menarik seluruh anggota diklat dan membubarkan mereka untuk menjaga keamanan.

Sementara itu, Polres Temanggung menggerebek rumah yang dijadikan markas JAS di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Kedu, Temanggung. Dari lokasi kejadian mereka menemukan lima senapan angin, tiga senjata tajam dan buku keagamaan. Polisi melakukan penggerebekan itu setelah mendapatkan laporan dari masyarakat.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!