KPI menganggap kebijakan yang diambil Indosiar sudah benar.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 27 Februari 2016 - 12:03 WIB
WowKeren - Ajang Puteri Indonesia 2016 yang belum lama ini digelar sempat membuat publik terkejut. Pasalnya, Indosiar memutuskan untuk menyensor tayangan tersebut dengan memburamkan bagian tertentu tubuh finalis saat mengenakan kebaya.
Keputusan Indosiar ini sempat dianggap karena kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Namun KPI membantah tuduhan tersebut dengan alasan pihaknya bukan lembaga sensor. Namun menurut Idy Muzayyad selaku Wakil Ketua KPI Pusat, Indosiar sudah melakukan hal yang benar.
"Dalam penayangan Pemilihan Puteri Indonesia kami tidak lihat kebayanya atau apanya," ujar Idy seperti dilansir dari Liputan6, Jumat (26/2). "Sepanjang pakaiannya itu menonjolkan, mengeksploitasi misalnya dada, paha, atau bagian lainnya yang dirasakan sensual, ya memang tidak boleh."
Mengenai reaksi netter, Idy menganggap mereka terlalu berlebihan. Menurutnya, bagian yang disensor tidak seperti apa yang beredar di media sosial.
"Jadi jika penayangan itu diblur, menutupi eksploitasi sudah betul. Dan yang dilakukan Indosiar benar," ungkap Idy. "Hanya yang di media sosial itu yang berlebihan. Masa gambar diblur semua kecuali kepalanya. Medsos ini menjadi medium yang liar akhirnya."
"Sebenarnya ini masalah teknik pengambilan gambar yang menjadi penting," lanjut Idy. "Yang tidak boleh itu kan medium shot, atau close up pada bagian tertentu. Kan bisa diambil wajahnya, atau bagian lainnya kan banyak. Kenapa harus bagian itu?"
Sebagai penutup, Idy menganjurkan agar kostum yang dipilih ajang Putri Indonesia selanjutnya lebih sopan. Sehingga stasiun televisi yang menayangkan tidak perlu menyensor dan tayangan lebih nyaman dinikmati.
(wk/)