Pemerintah Disarankan Suruh Eks Teroris Berunding dengan Abu Sayyaf
Nasional

Eks teroris dianggap lebih tahu tentang seluk beluk kelompok garis keras dan budaya di Filipina.

WowKeren - Sebanyak 10 Warga Negara Indonesia (WNI) masih dalam penyanderaan kelompok militan Abu Sayyaf. Kesepuluh WNI itu diculik saat Kapal Brahma 12 dari Indonesia yang mengangkut batu bara melintas di perairan Filipina beberapa hari lalu.

Ridwan Habib selaku pengamat terorisme dari Universitas Indonesia pun menyarankan agar pemerintah menerjunkan eks teroris untuk berunding dengan Abu Sayyaf. Beberapa diantaranya seperti Umar Patek dan mantan jihadis Nasir Abbas.

Eks teroris itu dianggap telah mengenal kelompok garis keras dan budaya di Filipina. "Dia pasti pernah mengenal dan memiliki kedekatan dengan orang di sana. Mengerti wilayah dan juga kebudayaan yang ada di Filipina," ujar Ridwan dilansir dari Okezone, Kamis (31/3).

"Kalau dijadikan sebuah strategi, sah-sah saja. Karena apapun dapat dilakukan untuk melindungi warga dan itu amanah UU," sambung Ridwan. Indonesia pun harus memiliki izin dari Filipina jika akan melakukan operasi penyelamatan sandera.


Ridwan mengimbau agar pemerintah harus senyap dan taktis saat menyelamatkan sandera. "Dalam operasi senyap dan taktis itu publik serta media tidak perlu tahu. Karena jika bocor ke publik, dapat membahayakan sandera," sarannya.

"Yang hanya dilakukan pemerintah memastikan pada keluarga bahwa sandera dalam keadaan baik," lanjut Ridwan. Pemerintah juga disarankan untuk membentuk Satgas dalam kasus penyanderaan yang meminta uang tebusan Rp 15 miliar ini.

"Apakah itu nanti Panglima TNI, Menko Polhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan) atau Menlu Retno (Menteri Luar Negeri) yang akan bicara," jelas Ridwan. "Sehingga ada jurusan dan tidak semua memberikan pernyataan karena publik akan bingung."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!