Marak Kasus Pembunuhan dan Bunuh Diri Polisi, Ini Dugaan 3 Penyebabnya
Nasional

Ada 3 hal yang diduga menjadi penyebab anggota kepolisian tega melakukan kejahatan pada orang terdekatnya.

WowKeren - Kasus pembunuhan dan bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa anggota kepolisian sedang marak terjadi di Indonesia. Yang terbaru, ada Bripka Triono, seorang anggota kepolisian Depok yang membunuh istrinya gara-gara kesal karena sering diolok-olok.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane pun ikut memberikan tanggapan mengenai berbagai kasus tersebut. Ia meminta agar pihak kepolisian secepatnya melakukan pembenahan untuk para anggotanya agar insiden ini tak terjadi lagi.

Neta merangkum 3 hal yang diduga menjadi penyebab beberapa anggota polisi nekat berbuat seperti itu. "Dari penelusuran IPW, ada tiga penyebab kenapa mereka cenderung melakukan bunuh diri dan kejahatan pada orang dekatnya," ujarnya, Kamis (31/3).


Penyebab pertama yang dijelaskan adalah faktor asmara, mulai dari rasa cemburu hingga berujung pertengkaran. Pembunuhan yang terjadi karena faktor ini bukan secara spontan, tapi direncanakan. Lalu, penyebab kedua adalah faktor ekonomi keluarga.

Ekonomi yang dirasa kurang menimbulkan adanya percekcokan dan terjadi pembunuhan. Sedangkan, penyebab ketiga adalah rasa kesal pada atasan. "Beberapa atasan sempat juga dibunuh oleh bawahannya, ini masalah psikologis yang berat di kepolisian," jelas Neta.

Kasus bunuh diri oleh anggota kepolisian telah bertambah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Kebanyakan yang melakukan adalah polisi jajaran bawah. "Artinya perlu diperhatikan proses rekrut di SPN, ada persoalan rekrut yang harus dibenahi," pungkasnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!