Sebut Krishna Murti dan Jokowi, Netter Curiga Kasus Pedofil JIS Direkayasa
Nasional

Netter mempertanyakan proses penyidikan tersangka pelecehan seksual di JIS yang dilakukan pihak kepolisian.

WowKeren - Kejanggalan dalam proses penyidikan tersangka kasus pelecehan seksual di JIS (Jakarta International School) kembali dipertanyakan. Pasalnya, keterangan ibu korban yang mengalami pelecehan seksual tidak sesuai dengan alat bukti visum et repertum. Seorang pakar hukum pidana dari Universitas Andalas, Padang juga mengungkap proses penyidikan yang berlangsung mengindikasikan adanya kekerasan dalam menentukan tersangka.

Sebagai buktinya, sebuah akun Instagram memposting foto keluarga tersangka memamerkan foto-foto wajah tersangka yang mengalami tindak kekerasan kekerasan. "Aksi keluarga cleaners ke komnas HAM, lihat foto yg dibawa bukti penyiksaan," tulis @tetepkurawa, Rabu, (20/4).


Netter yang melihat postingan tersebut sontak kaget dan mempertanyakan proses penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Banyak pula netter yang menyebut nama Presiden Jokowi dan Kombes Krisna Murti untuk segera bertindak.

"Pak @jokowi semoga anda tidak tutup mata dg kejadian ini," tulis sebuah akun. "lbh bagus kalau pak @krishnamurti_91 menjelaskan kenapa bs aparat melakukan kekerasan kepada tersangka, terdakwa maupun terduga. Kok bs2nya keluar berita kalau alm. azwar bunuh diri???," imbuh akun lainnya. "@jokowi tolong diusut pak scr adil..," komentar yang lain.

Tak cukup sampai disitu, netter juga membuat sebuah petisi yang ditujukan untuk Presiden RI (Joko widodo), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Yasonna Laoly) dan MENHUKAM (Ditjen Hak Asasi Manusia). Isi petisi itu mengecam keras pembodohan publik yang dilakukan oleh Ibu Theresia selaku ibunda dari Marc (terduga korban kasus asusila) di JIS.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!