KPI juga mengakui membutuhkan waktu yang cukup lama jika memang harus menghentikan tayangan 'Anak Jalanan'.
- Tim WowKeren
- Jumat, 29 April 2016 - 08:48 WIB
WowKeren - Sinetron "Anak Jalanan" kembali menuai kecaman. Usai sering mendapatkan teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), sinetron yang dibintangi oleh Steven William ini juga kerap mendapatkan kritikan tajam dari netter karena dianggap tak mendidik.
Namun kini giliran KPI Jawa Barat dan masyarakat Sukabumi melayangkan surat rekomendasi untuk menghentikan penayangan "Anak Jalanan". Bukan tanpa alasan, KPI Jawa Barat menganggap sinetron ini terlalu mengedepankan cerita kekerasan dengan kehidupan geng di jalanan yang kerap berselisih.
"Kita sudah rekomendasikan sinetron 'Anak Jalanan' (Si Boy, red) untuk ditutup di wilayah Jabar. Masyarakat menilai acara tersebut terindikasi negatif," ungkap Ketua KPI Jawa Barat, Dede Fardiah kepada Radar Sukabumi. "Pengaduan yang disampaikan masyarakat terhadap penyiaran, mayoritas dilatarbelakangi indikasi melanggar norma serta mengajarkan tindakan kekerasan."
Dede juga menambahkan jika di tahun 2016 ini, KPI menerima pengaduan dari masyarakat untuk penayangan TV dan radio cukup tinggi, yakni sekitar 328 pengaduan. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan tahun 2015 lalu yang hanya sekitar 60 pengaduan saja.
"Jumlahnya mencapai sekitar 533 acara TV. Hal ini termasuk sinetron 'Anak Jalanan' (Si Boy) yang dikeluhkan masyarakat," lanjutnya. Selain itu, Dede juga mengakui jika untuk memberhentikan penayangan sebuah acara, pihaknya membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Kita sudah menegur semua acara yang terindikasi melanggar tersebut," tambahnya. "Kalau untuk penutupan, prosesnya memakan waktu cukup lama seperti menutup 'Smackdown' beberapa waktu lalu."
(wk/)