'Prenjak' Warnai Festival Film Cannes 2016 dengan Logat Medok Jawa
Film

'Prenjak' karya Wregas Bhanuteja rencananya akan diputar 3 kali di ajang bergengsi para sineas film dunia tersebut.

WowKeren - Dunia perfilman Indonesia patut berbangga hati. Pasalnya, ada salah satu film pendek Indonesia yang berhasil menembus seleksi ketat Festival Film Cannes 2016.

Film pendek tersebut ialah film pendek berjudul "Prenjak" karya sutradara muda Wregas Bhanuteja. Film yang kental dengan dialog-dialog medok khas Jawa tersebut berhasil menembus kategori La Semaine de la Critique (Pekan Kritikus) yang merupakan bagian dari festival film bergengsi Perancis tersebut.

Para moviegoers di Eropa, khususnya Perancis, bakal disuguhkan adegan-adegan yang semuanya menggunakan dialog berbahasa Jawa dalam "Prenjak". Tentunya akan ada teks terjemahan untuk dialog-dialog tersebut di bawahnya sehingga dapat dimengerti penonton dan kritikus film dari negara lain.

Selain logat medok khas Jawa, "Prenjak" juga memiliki alur cerita yang tak biasa sehingga menarik perhatian. "Prenjak" mengangkat kisah perempuan di Jogjakarta pada era 80-an yang menjual korek api seharga Rp 10 ribu dengan bonus mempertontonkan tubuhnya pada pembelinya.


"Prenjak" rencananya akan diputar 3 kali di ajang bergengsi para sineas film dunia tersebut. "Prenjak" sendiri pengambilan gambarnya selama 2 hari dan butuh satu pekan penyuntingan. "Saya juga akan menonton film lain dan belajar seperti apa perfilman di sana," imbuh Wregas.

Festival Film Cannes 2016 sendiri bukan debut pertama Wregas di ajang internasional. Sebelumnya ia menjadi sutradara termuda di Festival Film Berlinale 2015 melalui film pendeknya berjudul "Lembusura" tentang roh jahat dan letusan gunung Kelud yang menyelimuti Jogja.

Kunjungi Galeri Foto Cannes Film Festival 2016.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!