Belum lama ini, beredar foto rontgen gagang cangkul yang merobek organ dalam korban pembunuhan sadis itu.
- Tim WowKeren
- Jumat, 20 Mei 2016 - 12:22 WIB
WowKeren - Kasus pembunuhan sadis Eno Fariha (18) masih terus menjadi sorotan publik. Belum lama ini, foto rontgen gagang cangkul merobek bagian hati Eno beredar luas. Para pelaku dengan sadisnya memasukkan gagang cangkul ke dalam tubuh Eno.
Menyikapi hal ini, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti mengungkapkan pendapatnnya. Ia mengaku bahwa kasus ini merupakan yang tersadis selama dirinya bertugas.
"Selama saya menangani kasus pembunuhan, ini yang paling sadis," ujar Krishna Murti seperti dilansir dari Detik, Jumat (20/5). Krishna mengungkap jika korban dipastikan meninggal akibat kekerasan benda tumpul.
Hal itu juga dibenarkan oleh Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Eko Budi Santoso. Berdasarkan hasil rontgen, gagang cangkul sepanjang 65 cm itu 90 persen masuk ke organ tubuh Eno.
"Dari hasil rontgen itu, kita bisa melihat bagaimana posisi gagang cangkul merusak bagian organ tubuh korban," ujar Eko. Sedangkan dari hasil CT Scan, gagang cangkul itu masuk dari dada kanan setinggi iga kelima.
Gagang cangkul ini tak hanya merobek hati korban. Hasil CT Scan juga menunjukkan jika cangkul tersebut sudah merusak rongga perut dan panggul, sekat dada kanan belakang pada paru-paru kanan bagian atas. Sehingga hal ini menyebabkan luka dan pendarahan pada bagian rongga dada.
(wk/)