Pelaku meraup keuntungan yang banyak dari hasil penjualan vaksin palsu.
- Tim WowKeren
- Selasa, 28 Juni 2016 - 10:22 WIB
WowKeren - Berita mengenai beredarnya vaksin palsu baru-baru ini membuat publik meradang. Banyak orangtua yang merasa resah lantaran khawatir anaknya menjadi salah satu korban vaksin palsu tersebut.
Dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian telah menangkap pelaku yaitu pasangan suami istri, Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina. Dari pengakuan Komandan Regu Satpam Perumahan Kemang Regency, Eko Supryanto diketahui tersangka biasanya memproduksi kurang lebih 200 botol vaksin dalam sehari.
Vaksin tersebut biasanya diproduksi pada pagi harinya. Kemudian tersangka Rita akan mengantarkan botol-botol tersebut ke distributor yang hanya dikenal dengan sebutan Bu Haji.
"Jadi sebenarnya, malam ketika penggerebekan itu, Selasa (21/6), vaksin itu gak ada yang di jual pelaku, sebab belum berlabel," ujar Eko dilansir dari Liputan 6. "Setiap siang itu istrinya ke luar rumah, sendirian. Dia jual ke Bu Haji. Saya juga tau pas anggota memeriksa satu dari empat ponsel yang waktu itu disita petugas. Kan ditanya tanya bu Rita-nya waktu penggeledahan itu."
Vaksin palsu tersebut dijual dengan harga Rp 30 ribu perbotolnya. Lalu kemudian dijual pada distributor lain seharga Rp 70-100 ribu perbotol dan saat sampai di klinik dan rumah sakit, harga perbotolnya mencapai Rp 300-400 ribu.
Dengan harga itu, tidak heran jika keuntungan yang diraup sangat banyak. "Dipotong bahan produksi dan lainnya, enggak heran kalau keuntungannya bersihnya bisa 25 juta seminggu," ujar sumber.
Meski begitu sumber tersebut tidak mengetahui siapa sosok distributor vaksin palsu tersebut. "Saya enggak tau pasti. Yang pasti, rumah Bu Rita dan Pak Hidayat berhasil digerebek, dari informasi Haji Safrijal, yang di Kampung Buaran, Tambun Selatan, sebelumnya itu," ujarnya.
Sementara itu, pada saat penggerebekkan petugas mengamankan kurang lebih 36 dus vaksin palsu dan beberapa alat produksi dari rumah pelaku. Pasangan itu diketahui hanya memproduksi vaksin cacar. Namun pelaku lain yang termasuk dalam jaringan juga membuat vaksin lain seperti campak, tetanus, polio dan BCG.
(wk/)