Begini ungkapan kesedihan istri dari terpidana mati asal Nigeria usai suaminya dieksekusi.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 30 Juli 2016 - 09:19 WIB
WowKeren - Eksekusi mati yang dijatuhkan pada sejumlah terpidana kasus narkoba menuai pro-kontra di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai hukuman ini tidak adil dan tak manusiawi.
Hal yang sama tentunya dirasakan oleh keluarga dari para terpidana mati. Salah satunya seperti yang diungkap oleh istri Michael Titus Igweh, Fellicia. Meski mengaku sudah ikhlas, Fellicia tetap kecewa dengan hukum di Indonesia.
"Saya mengucap syukur karena Tuhan Yesus begitu baik. Saya ikhlas, saya terima, ini jalan saya," ujar Fellicia di Rumah Duka Bandengan, Jakarta Utara, Jumat (29/7) dilansir dari Kompas. "Jaksa Agung Prasetyo, Presiden Jokowi, Hakim Agung Artidjo, terima kasih sebanyak-banyaknya. Kalian telah membuat saya jadi janda, anak-anak saya jadi yatim."
Fellicia berharap eksekusi mati yang dijatuhkan pada suaminya merupakan yang terakhir di Indonesia. Wanita ini menganggap jika hukuman ini sangat tidak manusiawi dan sangat pahit bagi keluarga.
"Indonesia hukumnya enggak adil. Kalau suami saya dihukum mati kenapa enggak langsung setelah putusan? Suami saya di dalam penjara 15 tahun dan tetap ditembak mati," ucap Fellicia. " don't know what to say. Kalau memang ini kehendak Tuhan, saya terima. Semoga ini eksekusi terakhir. Jangan ada lagi, karena begitu pahit sakit."
Sementara itu, Michael Titus Igweh merupakan warga negara Nigeria. Ia divonis mati usai terbukti memiliki heroin seberat 5,8 kilogram pada 2003 lalu. Selain Titus ada tiga terpidana mati yang di eksekusi di hari yang sama, yaitu Freddy Budiman (Indonesia), Seck Osmane (Nigeria) dan Humphrey Ejike (Nigeria).
(wk/)