Bicara soal profesor asal Indonesia, ini hal-hal yang membuat Jokowi kecewa...
- Tim WowKeren
- Kamis, 18 Agustus 2016 - 15:41 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo mengungkap jika Indonesia pada dasarnya memiliki banyak orang pintar dan hebat. Namun, sebagian diantara mereka yang saat ini justru bekerja di luar negeri. Pernyataan itu diungkap Jokowi saat makan siang bersama 476 orang teladan di Istana Negara, Kamis (18/8).
Fakta itu rupanya sangat mengecewakan bagi Jokowi. Apalagi disaat persaingan dengan negara lain semakin ketat seperti saat ini. Jokowi tak ingin orang pintar Indonesia justru bekerja untuk negara lain.
"Profesor kita di Amerika Serikat ada 74, pintar-pintar itu. Saya belum bicara di China, di Jepang, saya belum bicara doktor-doktornya," ujar Jokowi. "Persaingan antar negara sudah berjalan di depan kita, saya tidak mau yang berprestasi di negara kita, karena justru kita tak ambil tak manfaatkan, justru digunakan oleh negara lain."
Dalam pidatonya Jokowi juga membahas soal sejumlah profesor yang ditugaskan ke Papua. "Ada 24 (profesor) yang sekarang ini saya minta untuk menyiapkan pendidikan di papua, membantu vokasional school, membantu Universitas Cenderawasih, membangun Universitas Papua, dengan yang 24 profesor dari AS," terang Jokowi.
Pernyataan Jokowi tersebut rupanya banyak dikaitkan dengan kontroversi yang menimpa Arcandra Tahar. Mantan Menteri ESDM ini dicopot dari jabatannya usai tersandung masalah dwi kewarganegaraan.
Arcandra Tahar diketahui sempat memiliki paspor Amerika Serikat saat bekerja di sana dan telah tinggal selama 20 tahun. Pria asal Padang ini dipanggil kembali ke Indonesia untuk menjabat sebagai menteri. Namun, ia hanya bisa menduduki posisinya itu selama 20 hari dan harus diberhentikan secara hormat.
Diberhentikannya Arcandra ini rupanya menuai kontroversi dari masyarakat. Banyak yang menyayangkan keputusan itu dan berharap Arcandra bisa dirangkul dan dicarikan solusi terbaik. Apalagi saat ini status kewarganegaraannya masih menggantung.
(wk/)