Dibacakan Laporan dari Australia Termasuk Percobaan Bunuh Diri, Jessica Menangis
Nasional

Jessica Kumala Wongso menangis saat dibacakan laporan dari Australia, kenapa?

WowKeren - Kamis (18/8), persidangan kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan tersangka Jessica Kumala Wongso kembali digelar. Pada persidangan kali ini dibacakan laporan dari Australia. Atasan Jessica, Kristie Louise Carter mengungkap jika sahabat Mirna sempat mengatakan punya niat membunuh.

"Saat di rumah sakit, Jessica mengatakan pada dia (Kristie), 'Para bangsat di rumah sakit ini tidak mengizinkanku pulang. Mereka memperlakukanku seolah-olah saya adalah pembunuh. Kalau saya akan membunuh orang, saya tahu pasti cara menggunakan pistol dan saya tahu dosis yang tepat," ujar Jaksa penuntut umum (JPU) Sandy Handika.

Tidak hanya itu, Jessica juga beberapa kali menunjukkan emosi yang berlebihan saat mengalami konflik dengan kekasihnya Patrick. Termasuk beberapa kali percobaan bunuh diri. Jessica bahkan pernah meminum alkohol dan menuliskan pesan terakhir atau suicide note.

"Kalau kami lihat, mulai dari Januari 2015 tanggal 28 itu hanya ancaman akan bunuh diri dengan menelepon Patrick. Namun tanggal 29 sampai 30-nya dia melakukan upaya bunuh diri. Lalu dia sampai menabrak panti jompo tanggal 22 Agustus," terang ahli kejiwaan RSCM, Natalia Widiasih. "Kemudian September dia putus, lalu 26 Oktober dia meracuni diri sendiri dengan panggangan barbeque hingga masuk rumah sakit. Dia menutup alat pendeteksi asap dengan plastik namun akhirnya ia mengurungkan niat."


Mendengar semua laporan itu, pengacara Otto Hasibuan mengatakan jika Jessica merasa terguncang dan menangis. Menurut Otto hal itu adalah pembunuhan karakter dan Jessica merasa hak asasinya tidak dihargai. Bahkan pengacara itu kabarnya akan menuntut sahabat kliennya itu di Australia.

"Kata-kata tadi itu kan pembunuhan karakternya Jessica. Saya jadi duga-duga, faktor itu buat dia shock, jatuh. Dia dituduh ada bawa pistol. Pistol saja dia enggak pernah lihat, dituduh begitu mungkin saja dia jatuh mental," ujar Otto. Ya saya bilang juga susah jawabnya. Saya kira dan pikir karena ada kata-kata jaksa itu. Dia merasa enggak kuat. Jadi (Jessica) ada merasa, 'Kok aku enggak ada artinya hidup? Kok hak asasi ku enggak dihargai'."

Sementara itu, persidangan kasus ini kembali ditunda lantaran Jessica mengeluh sakit. Rencananya persidangan lanjutan akan digelar pekan depan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!