Gara-gara ini seorang siswi di Bandung diberi nilai nol dan tak bisa naik kelas.
- Tim WowKeren
- Senin, 05 September 2016 - 15:00 WIB
WowKeren - Orangtua seorang siswi berinisial DP di Bandung, Jawa Barat membuat pengaduan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Mereka mengadukan guru Matematikanya di kelas X SMAN di Bandung lantaran memberikan nilai nol dan juga guru Bahasa Indonesia karena memberi nilai 38.
Akibat dua nilai rendah itu, putrinya sampai tidak naik kelas. Padahal menurut sang ayah, DS adalah siswa yang rajin. Ia memang sempat tak mengikuti pelajaran beberapa saat lantaran sakit dan mengikuti olimpiade Biologi.
"Jadi memang anak saya tidak sempat masuk dua minggu di awal semester. Itu karena sakit mata. Kemudian setelah masuk, langsung ditawari untuk ikut Olimpiade Biologi oleh sekolah," ujar DS di kantor LBH Jakarta, Minggu (4/9). "Otomatis, mendapatkan pelatihan khusus satu minggu. Jadi enggak bisa ikut pelajaran."
Ayah DS menuturkan jika guru Bahasa Indonesia sempat menegur putrinya karena dinilai lebih mementingkan Biologi daripada pelajarannya. Orangtua sebelumnya sempat melakukan mediasi namun putrinya tetap tak naik kelas.
"Pernah ada kata, 'emang pelajaran Biologi lebih penting daripada pelajaran saya?' Itu guru Bahasa Indonesianya," ujar sang ayah. "Jadi kami orangtua sudah menjelaskan. Kami kira sudah selesai masalahnya, ternyata anak kami tak naik kelas."
Sementara itu, peristiwa ini juga menuai sorotan dan banyak dikecam oleh berbagai pihak. Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti bahkan menilai seorang guru tak mungkin memberikan nilai nol jika mengacu pada kurikulum 2013.
(wk/)