Batalkan Pertemuan dengan Obama, Duterte: Saya Bukan Boneka Amerika
Dunia

Presiden Rodrigo Duterte bahkan mengecam dan menghina sistem HAM di AS seperti ini.

WowKeren - Baru-baru ini terdengar kabar bahwa Presiden Amerika Serikat, Barack Obama akan bertemu dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Sayangnya, pihak Gedung Putih mendadak membatalkan pertemuan tersebut pada Senin (5/9) waktu setempat.

Rencananya, Obama akan menemui Duterte terkait penanganan pengedar narkoba di Filipina. Terutama masahah pembunuhan di luar hukum, atau eksekusi pemerintah tanpa proses peradilan karena dianggap melanggar HAM dan sudah meresahkan warga bahkan dunia.

Mendengar kabar tersebut, Duterte dengan lugas meminta Obama berpikir dua kali jika ingin menemuinya. Pasalnya, isu tersebut terkait dengan kepemimpinannya sebagai presiden suatu negara. Duterte bahkan mengecam dan mengatakan bahwa dia bukanlah boneka Amerika.


"Memangnya dia pikir siapa? Saya bukan boneka Amerika," ungkap Duterte dalam pidatonya pada Senin (5/9). "Saya presiden dari sebuah negara yang berdaulat dan saya tidak bertanggung jawab kepada siapa pun kecuali orang-orang Filipina." Bahkan Duterte juga menyalahkan AS atas kerusuhan di Mindanao.

"Sebagai fakta, kita mewarisi masalah ini (kerusuhan Mindanao) dari AS," tukas Duterte. Menurutnya karena invasi AS, warga sudah memiliki catatan mengerikan tentang pembunuhan. Bahkan pencetus perang terhadap narkoba ini menuding AS memiliki HAM yang buruk. "Lihatlah hak asasi manusia di Amerika. Cara mereka memperlakukan para migran di sana," tukas Duterte.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait