Pihak Basarnas sangat menyayangkan aksi warga tersebut yang dinilai tak menghargai korban.
- Tim WowKeren
- Senin, 26 September 2016 - 08:24 WIB
WowKeren - Musibah banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Garut dan Sumedang, Jawa Barat. Akibat bencana ini 33 orang dikabarkan meninggal dunia, sementara 20 lainnya masih hilang.
Tim pencarian dan penyelamat gabungan masih kesulitan mencari para korban. Pasalnya tidak semua lokasi bisa dijangkau dengan alat berat sehingga terpaksa harus mengandalkan peralatan manual. Bahkan pencarian korban akan di perluas hingga Sumedang.
"Kami harus menyisir sampai Sumedang," ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi BNPB. "Tim mencari korban di kawasan Bojonglarang, Cimacan, Lapangan Paris, Waduk Jatigede dan Kampung Cusurat Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang."
Sayangnya, ditengah kedukaan banyak masyarakat yang justru selfie bersama di lokasi banjir. Aksi warga itu dinilai tidak menghargai korban yang sedang dilanda musibah. Melihat tingkah warga itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) pun geram.
"Harap diingatakan atau ditegur bagi masyarakat yang hanya selfie-selfie, mari kita jaga perasaan korban yang terkena bencana," ungkap Humas dan Protokoler Basarnas Bandung, Joshua. "Jangan kejadian musibah ini dijadikan wisata bencana."
Komandan Kodim 0611 Garut, Setyo pun mengungkapkan ada relawan yang menyerahkan bantuan secara langsung. Anehnya setelah menyerahkan bantuan, mereka justru berfoto bersama dan teriak-teriak. "Foto-foto lalu teriak-teriak. Saya dokumentasikan itu. Saya sendiri saja (lokasi banjir) tidak mau memperlihatkan gigi saya (senyum)," ungkap Setyo.
(wk/)