Begini ucapan diplomat muda, Nara Rakhmatia untuk membalas kritikan sejumlah pemimpin negara soal catatan HAM Papua.
- Tim WowKeren
- Kamis, 29 September 2016 - 12:05 WIB
WowKeren - Nama Nara Masista Rakhmatia tengah menjadi sorotan dan banyak dibicarakan di media sosial. Diplomat muda dan cantik ini dengan berani berbicara mengenai kedaulatan Indonesia di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan membungkam sejumlah pemimpin negara.
Dalam sidang PBB yang digelar baru-baru ini sejumlah pemimpin negara seperti kepala pemerintahan dari Kepulauan Solomon dan Vanuatu sempat mengkritik catatan HAM di Papua. Pernyataan itu juga didukung oleh pemimpin Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Tonga.
Menanggapi pernyataan itu, Nara mengatakan jika kritik tersebut bermotif politik dan digunakan mengalihkan perhatian dari masalah di negara mereka sendiri. Menurut diplomat yang berusia kurang dari 34 tahun itu, tudingan yang disampaikan merupakan upaya untuk mengganggu kedaulatan Indonesia.
"Laporan bermotif politik mereka dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok separatis di provinsi Papua Barat, yang telah secara konsisten terlibat dalam menghasut kekacauan publik dan dalam melakukan serangan teroris bersenjata. Mahasiswa Papua menuntut pembebasan Propinsi Papua Barat. Ini adalah bentuk pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayah negara kami. Hal ini sangat disesalkan dan berbahaya bagi negara-negara ini untuk menyalahgunakan forum PBB," ujar Nara membacakan tanggapan tertulis di sidang PBB.
Pembelaan Nara itu lantas menuai pujian dari berbagai pihak. Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan apa yang diucapkan Nara itu merupakan aspirasi yang bisa mewakili aspirasi rakyat Indonesia.Tidak hanya itu, wanita cantik itu juga memberikan bukti jika diplomat muda juga bisa tampil prima dalam mewakili Indonesia.
"Apa yang disampaikan oleh Nara sudah tentu bukan apa yang dipikirkan dan diaspirasikan oleh Nara sendiri. Nara duduk di kursi yang disediakan untuk delegasi Indonesia. Dengan demikian Nara mewakili suara Indonesia sebagai negara," ujar Hikmahanto dilansir dari Detik.
(wk/)