Bayar Rp 320, Dimas Kanjeng Libatkan Mantan TNI Dalam Pembunuhan
SerbaSerbi

Begini kronologi keterlibatan mantan oknum TNI dalam pembunuhan pengikut Dimas Kanjeng.

WowKeren - Nama Dimas Kanjeng Taat Pribadi ramai dibicarakan publik. Pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo ini menjadi sorotan setelah ditangkap oleh kepolisian lantaran diduga menjadi otak dalam kasus pembunuhan dua orang pengikutnya.

Melalui penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa Taat Pribadi rela memberikan bayaran dalam jumlah fantastis untuk para eksekutor. Setelah membunuh dan membuang jasad Abdul Gani, mereka diberi imbalan total Rp 320 juta.

"Sebagian uang sudah kami sita untuk barang bukti, sekaligus peralatan yang mendukung pembunuhannya," ungkap AKBP Taufik Herdiansyah, Kasubdit Jatanras Ditrekrimum Polda Jatim, Kamis (29/9). Diantara para pelaku tersebut juga terlihat seorang pecatan TNI berpangkat terakhir pamen, Wahyu.


"Wahyu Wijaya akhirnya disuruh menunggu dan mengatur rencana di padepokan," tukas Taufik. Saat kejadian, Wahyu bertugas mengajak Abdul Gani ke ruang tim pelindung dengan iming-iming uang pinjaman. Padahal di sana sudah disiapkan alat untuk membunuh dan terjadilah aksi pembunuhan.

Taufik pun menjelaskan alasan di balik pembunuhan mantan pengikut setia Taat Pribadi itu. "Abdul Gani selaku ketua yayasan padepokan banyak menyelewengkan uang. Korban juga dianggap tidak sejalan dengan program padepokan dan dianggap menghambat pencairan uang usaha padepokan," jelas Taufik.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!