Simak alasan orang yang menjauhi sosial media hidupnya lebih tenteram.
- Tim WowKeren
- Jumat, 30 September 2016 - 14:44 WIB
WowKeren - Di era Facebook dan Instagram, status di media sosial adalah jendela hidup. Tak hanya untuk aktivitas sehari-hari tapi juga untuk ranah hubungan cinta. Belum lengkap rasanya kemesraan dan kebersamaan dengan pasangan kalau belum dibagikan di status Facebook.
Aktivitas itu membuat anda bisa mengetahui seseorang baru jadian, sedang kencan, ulang tahun hari jadi, baru bertengkar, bahkan putus atau bercerai. Berikut alasan yang membuat anda lebih bahagia bila jarang berhubungan dengan sosial media:
- Media Sosial Penuh Kepalsuan Seringkali apa yang anda rasakan sebetulnya kebalikan dari apa yang diperlihatkan ke orang lain. Misalnya ketika mengunggah foto yang tampak bahagia sedang berkencan dengan dia di kafe. Ketika orang lain melihat foto tersebut dan menyangka bahwa hubungan berdua pasti menyenangkan, anda pun merasa puas.
- Bahagia Membuat Anda Acuh dengan Media Sosial Ketika hidup seseorang bahagia maka dia lebih mementingkan hal lain. Dia tidak akan sibuk mengunggah status atau foto di media sosial. Memamerkan foto mesra bukan lagi menjadi hal penting bagi pasangan yang bahagia.
- Berbagi Kekecewaan Membuat Hubungan Tidak Sehat Pasangan yang menyimpan rapat konflik sebagai rahasia biasanya hubungannya lebih sehat ketimbang yang mengumbarnya. Ingat pertengkaran Egi John dengan Marshanda yang menjadi topik pembicaraan beberapa waktu lalu. Lantaran salah satu pihak menjelek-jelekkan keburukan pasangan di status Instagramnya. Hal itu tentunya tak ingin anda alami, bukan?
- Bahagia Bisa Diciptakan Oleh Pasangan Keintiman itu didapatkan dari dua pihak dan tidak memerlukan validasi dari luar. Kebahagiaan itu terletak pada kebersamaan dan komitmen yang dijalin. Anda dan pasangan sudah cukup senang bisa berduaan tanpa perlu mengunggah foto berdua.
- Pasangan yang Bahagia Tak Butuh Pembuktian Pasangan yang bahagia memang tidak membutuhkan pembuktian. Tak perlu memanfaatkan pasangan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa anda dan dia adalah pasangan serasi.
- Sering Unggah Status Biasanya Merasa Kesepian Riset menunjukkan bahwa orang yang jarang mengecek media sosial lebih bahagia ketimbang yang sering. Meningkatnya angka depresi belakangan ini sering dikaitkan juga dengan banyaknya kecanduan seseorang pada media sosial. Kecanduan mengunggah maupun memeriksa timeline juga terkait dengan gangguan mental.
- Pasangan Bahagia Akan Selalu Percaya Anda ataupun dia tidak perlu mengunggah foto mesra di media sosial supaya banyak orang yang tahu kalau kalian sudah ada yang punya. Di luar terlihat mesra tapi aslinya anda dan dia sering bertengkar juga bukan hal yang baik.
- Manfaatkan Waktu Untuk Membuat Dia Bahagia Dia akan selalu memanfaatkan waktu berharga untuk membuat pasangan bahagia. Pastinya anda pernah melihat ada sepasang kekasih berada di satu meja makan tapi keduanya sibuk dengan ponsel. Sungguh sangat disayangkan padahal orang yang dicintainya sudah ada di depan mata tapi kenapa masih sibuk dengan media sosial?
- Kisah Anda Bukan Konsumsi Publik Pasangan yang bahagia tidak pernah menjadikan media sosial sebagai tempat untuk mencurahkan isi hati. Setiap kali bertengkar anda mengunggah status baru seperti mencari perhatian darinya. Padahal bisa saja curhatan anda telah membuatnya semakin kesal. Masalah berdua sebaiknya diselesaikan berdua saja. Orang lain juga sebenarnya tidak terlalu ingin tahu apa yang sedang anda alami dengannya.
- Perlahan Tinggalkan Media Sosial Sekali-kali jauh dari media sosial tidak akan membuat anda seketika itu juga menjadi kurang informasi terkini. Justru menjauhkan diri dari media sosial menjadi lebih bisa berbincang dengan nyaman. Manfaat lain yang bisa diperoleh adalah membantu agar tidak mudah terbawa perasaan. Coba bayangkan, saat membuka Facebook, lalu terpampang foto teman-teman yang sedang liburan bersama-sama di Raja Ampat, Papua. Kenyataannya anda tidak bisa ikut karena sedang dinas kantor. Kecewa kan? Pada akhirnya rasa kecewa tersebut membuat stres dan berujung pada perasaan yang tidak menyenangkan.