Berikut hal-hal yang perlu dipikirkan berkaitan dengan finansial ketika menikah.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 01 Oktober 2016 - 19:47 WIB
WowKeren - Disadari atau tidak masalah keuangan sering menjadi penyebab istri bertengkar dengan suami. Terlepas siapa yang menjadi "menteri keuangan" dalam rumah tangga tersebut. Pertengkaran terjadi karena satu sama lain memiliki perbedaan sudut pandang tentang pengeluaran.
Untuk menghindari hal ini terjadi sebelum menikah anda menyatukan persepsi mengenai pengeluaran dan belanja. Berikut 10 pertanyaan keuangan yang harus anda ketahui sebelum menikah:
- Apa Tujuan Anda? Apakah tujuan keuangan pasangan sama dengan anda? Apakah dia ingin sekolah lagi sedangkan anda ingin menabung untuk pensiun? Ini harus didiskusikan dari awal. Tidak ada yang salah atau yang benar. Yang ada adalah persamaan visi. Kalau tidak sama, kenapa harus dipaksakan?
- Berapa Besar Penghasilan Perbulan? Jika hubungan sudah serius, ini penting untuk tahu berapa dan asal penghasilan bulanan. Anda berhak untuk tahu apakah kira-kira penghasilan ini akan cukup untuk keluarga dan dari sumber yang halal. Jika tidak cukup, bagaimana caranya agar cukup? Apakah dengan membantu pasangan dengan bekerja atau berbisnis?
- Dimana Anda Berinvestasi? Pilihan-pilihan investasi pasangan bisa menunjukkan kepribadiannya. Jika hanya memilih menabung, kemungkinan besar dia tipe orang yang memilih gaya hidup yang risikonya lebih kecil. Jika berinvestasi di saham atau properti, berarti dia lebih nyaman mengambil risiko besar. Lihat apakah ini cocok dengan gaya anda juga.
- Apakah Anda Memiliki Hutang? Tanyakan apakah pasangan mempunyai hutang? Apakah hutang konsumtif seperti kartu kredit atau cicilan rumah? Berapa jumlahnya? Apakah selama ini bisa lancar membayar? Hutang konsumtif yang jumlahnya besar dan tak terbayar lancar setiap bulannya menunjukkan kepribadian seseorang yang ceroboh dan tak hati-hati. Saat menikah, hutang pasangan menjadi bagian dari tanggung jawab keluarga juga. Pikirkan apakah hutang pasangan masih bisa masuk ke dalam perhitungan masa depan anda.
- Berapa Dana Darurat Anda? Anda seharusnya tidak terkejut jika ada kejadian tidak menyenangkan. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah dia tetap bisa menghidupi keluarga jika tiba-tiba dipecat? Apa rencananya? Jika tidak punya rencana maka siap-siap saja keutuhan keluarga anda menjadi taruhannya.
- Apa Prioritas Anda? Bagi sebagian orang, pasangannya adalah prioritas. Namun sebagian yang lain, ayah, ibu dan keluarga besarnya adalah prioritas. Jika ini yang terjadi, penghasilannya juga bisa diprioritaskan untuk keluarga besarnya. Apakah ini sesuai dengan nilai-nilai pribadi anda? Apakah anda siap jika uang belanja keluarga kecilmu lebih sedikit karena dibagi dengan yang lain?
- Berapa Besar Nominal Sedekah Anda? Bila mempunyai anggaran sedekah, anda memiliki empati dengan orang lain. Bila tidak, tentu saja anda tidak memiliki hati untuk berbagi dengan sesama.
- Dimana Menyimpan Dokumen Penting? Pastikan anda berdua tahu di mana dokumen penting disimpan. Ini termasuk catatan pajak, akte kelahiran, pernikahan, kartu Jaminan Sosial, bank dan informasi rekening investasi. Hal ini memudahkan anda untuk mencari dokumen tersebut saat dibutuhkan.
- Apakah Anda Memiliki Asuransi Jiwa? Jika pendapatan anda berdua dipakai untuk membayar pengeluaran bulanan, pastikan memiliki asuransi jiwa yang cukup untuk saling melindungi. Hal ini mutlak dilakukan apabila anda berdua sudah mempunyai tanggungan. Misalnya anak atau orang tua.
- Apakah Anda Bersiap Membangun Komitmen Bersama? Komitmen untuk membangun keluarga termasuk memikirkan rumah untuk ditinggali, nafkah lahir batin, pendidikan anak-anak, dan kehidupan di masa tua. Apakah dia berkomitmen untuk menjalankan berbagai macam kewajiban finansial dan membangun mimpinya bersama anda?