Simak postingan bocah Suriah tentang penderitaannya hidup di lokasi konflik.
- Tim WowKeren
- Selasa, 04 Oktober 2016 - 13:45 WIB
WowKeren - Konflik di Suriah terus menjadi perhatian dunia. Serangan bom terjadi hampir setiap harinya dan meluluh lantakkan kota. Akibatnya banyak warga, mulai anak-anak hingga orang dewasa yang menjadi korban, baik yang tewas maupun terluka.
Kehilangan orang terdekat tentunya menyisakan kesedihan mendalam bagi yang ditinggalkan. Salah satunya seperti yang dirasakan Bana Alabed. Melalui akun Twitternya, gadis cilik ini menceritakan kesedihannya kehilangan sahabat akibat bom.
Ia mengunggah foto sebuah bangunan hancur di akun Twitternya disertai caption yang membuat miris. "Ini adalah rumah temanku yang dibom, ia tewas. Aku sangat merindukannya #Aleppo," tulisnya dalam bahasa Inggris.

Postingan itu dengan cepat menyebar di kalangan netter dan menuai simpati. Banyak yang menyatakan kesedihannya dan berharap ada jalan agar konflik di Suriah bisa segera usai sehingga warga tak perlu menderita lagi.
Sementara itu, ini bukan kali pertama Bana Alabed mengungkap kondisi mengerikan di Suriah. Sebelumnya ia sempat mengunggah foto bangunan hancur dan mengatakan jika di kota ini nyawa orang bisa melayang kapan saja.
Dalam sebuah percakapan dengan BBC, ibu Bana, Fatimah berharap jika suara putrinya bisa didengar dunia. Apalagi, gadis cantik itu memiliki mimpi ingin menjadi guru seperti ibunya. Fatimah sendiri mengaku telah mengajarkan putrinya bahasa Inggris sejak ia berusia empat tahun.
Meski menuai simpati, cuitan Bana di Twitter juga pernah menuai kontroversi. Pasalnya sebelumnya ia juga sempat menyebut nama Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam postingannya.
(wk/)