Dihujat Gara-Gara Video Nangis-Nangis, Yusuf Mansur Minta Maaf dan Ngaku Baper
Selebriti

Yusuf Mansur menyadari kesalahannya lantaran berprasangka buruk terhadap bahasa tubuh Nusron Wahid.

WowKeren - Ustadz Yusuf Mansur mendapat kritikan karena mengunggah video menangis di akun Instagram. Meski telah dihapus, namun banyak yang menyindir Ustadz Yusuf atas kritikannya terhadap Nusron Wahid.

"Ndak elok, ngomentarin Nusron dari pelototan mata atau body languagenya. Teman-temannya sejak dulu tahu betul, Nusron emang begitu matanya," kata akun @IndraJPiliang. Ustad spt @Yusuf_Mansur adalah ustad dgn LOGIKA ISIS ... tidak cocok menjadi ustad di dalam NKRI ... wajar di-maki2 @Assadiqulhaq @kaskus," ujar @SiPitung64.

Ayah dari Wirda Mansur itu menanggapi dengan tenang kritikan sejumlah pihak. "Betul. Karenanya saya minta maaf. Saya tidak akan membela diri apa-apa. Salam buat kawan-kawannya Pak Nusron," demikian salah satu kicauannya.


Selain itu, Yusuf menyadari kalau ia sedikit terbawa perasaan hingga tak sengaja menuduh Nusron Wahid melotot kepada ulama-ulama. "Hehehe. Bener. Generasi baper. Saya juga sesekali baper. Sekali baper lsg the hebohers. Hehehe. Emang masalah koq lsg2 respon itu. Harusnya saya ya nanya Allah dulu. Boleh ga posting a? Posting b? Ngajar a? Ngajar b? Ngomong a? Ngomong b? Khususnya yang terkait dg orang lain, perkataan orang lain, perilaku orang lain. Nah kemaren, saya ga nanya Allah dulu. Saya periksa hati saya. MaasyaaAllah, masih ada nafsu di sana," katanya.

Sebelumnya, ustadz Yusuf mengunggah video singkat dirinya yang memohon agar publik lebih berhati-hati dan tidak emosional. Dalam video tersebut, Yusuf bahkan sempat menangis tersedu-sedu. Selain itu, Yusuf juga terkesan berprasangka buruk pada bahasa tubuh Nusron ketika mengkritik MUI soal sikap para ulama menghadapi Ahok. Memang beberapa waktu lalu Gubernur DKI Jakarta itu menuai kritikan para ulama karena perkataannya disalahartikan sebagai penghinaan terhadap agama dan Al Quran.

"Bismillahirohmanirohim, kepada adik-adik saya, anak-anak Indonesia, para remaja. Jangan ya, jangan ditiru melotot-melotot ke ulama. Jangan, jangan ditiru. Sesalah-salahnya ulama itu sebenar-benarnya kita," terang Yusuf. "Jangan ditiru, yang suka maki-maki orang, jangan ditiru, yang suka bilang orang bodoh, goblok, tolol, jangan ditiru ya nak, jangan ditiru ya nak, jangan ditiru, jangan."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait