Simak penjelasan Hotman Paris di bawah ini sampai rela memberikan mobil Lamborghini miliaran rupiah kepada pemenang sayembara yang dibuatnya.
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 Oktober 2016 - 15:30 WIB
WowKeren - Hotman Paris Hutapea membuat sayembara berhadiah mobil Lamborgini mewah senilai Rp 12 miliar. Sayembara itu digelar bagi siapapun yang mampu menyadarkan ahli yang dihadirkan oleh JPU untuk memberikan keterangan yang sebenarnya.
Bukan tanpa sebab Hotman membuat sayembara seperti itu. Pasalnya, Hotman merasa memiliki tanggungjawab moral dan hukum terhadap masyarakat. "Sebagai sarjana hukum, saya punya tanggung jawab moral dan hukum terhadap bangsa ini. Saya melakukan hal ini karena saya kecewa dengan banyaknya profesor hukum pidana yang bersandiwara di depan mata," kata Hotman dilansir Kompas, Selasa, 18 Oktober.
Melalui sayembara itu, Hotman mengejar pernyataan ahli soal perkiraan waktu sianida dimasukkan ke dalam gelas es kopi vietnam Mirna. Hotman meragukan keterangan ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum, yaitu Nursamran Subandi dan I Made Agus Gelgel Wirasuta, karena keduanya merupakan ahli toksikologi forensik.
"Bagaimana mereka bisa menyebutkan tepat sampai menit-menitnya. Padahal, itu sudah jalan tiga bulan. Bisa saja pas dites sudah ada perubahan suhu atau yang lain. Ahli ini kan bukan Tuhan atau peramal," kata Hotman. "Harus berdasarkan saksi fakta, bukan saksi ahli seperti ini. Jadi, saya rela kasih mobil saya ke lembaga sosial atau amal, jika ada orang yang bisa menyadarkan kedua ahli ini untuk mencabut pernyataannya kepada majelis hakim sebelum putusan."
"Saya tidak kenal Jessica, saya tidak dibayar siapa pun. Sebagai pengacara, saya sudah sangat sukses. Di satu sisi, saya juga punya tanggung jawab moral. Salah satunya dengan memberikan sesuatu kepada masyarakat," pungkasnya.
(wk/)