Setelah mengumumkan lewat media sosial. Inilah pernyataan terkait kasus Munir yang diungkap SBY melalui jumpa pers.
- Tim WowKeren
- Selasa, 25 Oktober 2016 - 15:43 WIB
WowKeren - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang tidak memberikan tanggapan reaktif saat namanya dikaitkan dengan kasus Munir. Namun, beberapa waktu lalu SBY akhirnya membuat pernyataan terkait hal tersebut melalui akun media sosialnya.
Presiden ke-6 itu tidak hanya mengaku memantau pemberitaan tersebut. Ia juga menjelaskan kembali kronologi kasus kematian Munir dan berjanji menggelar konferensi pers.
Ayah dari Agus Harimurti Yudhoyono ini menepati janjinya. SBY menggelar jumpa pers bertempat di Cikeas, Bogor, kediaman beliau pada Selasa (25/10). Acara tersebut mendapat penjagaan yang ketat. Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) bahkan mencatat setiap nomor telepon wartawan yang hadir.
Dalam jumpa persnya, SBY mengungkapkan kasus pembunuhan Munir pada tahun 2004 merupakan kejahatan serius. Dia juga menambahkan demokrasi bangsa telah tercoreng saat itu. Dua kali menjabat sebagai presiden, SBY menuturkan telah melakukan keseriusan menuntaskan masalah tersebut.
"Kejahatan yang mengakibatkan meninggalnya aktivis HAM Munir adalah kasus yang serius. Sebenarnya mencoreng demokrasi kita waktu itu," kata SBY. "Saya pastikan bahwa yang kami lakukan dulu adalah langkah serius, sungguh-sungguh utamanya dalam konteks penegakan hukum."
SBY juga menuturkan dirinya mendukung tindakan Presiden Joko Widodo. Ia kembali menegaskan bahwa selalu ada jalan untuk mengungkapkan kebenaran.
"Oleh karena itu, saya mendukung langkah-langkah Presiden Joko Widodo," ujar SBY. "Apabila akan melanjutkan penegakan hukum ini dan jika memang ada yang belum selesai."
Selain para wartawan, sejumlah tokoh penting juga turut hadir dalam konferensi pers tersebut. Mantan Menko Polhukam, Djoko Suyanto, mantan Kapolri, Bambang Hendarso Danuri dan mantan Sekretaris Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi masuk dalam daftar tamu. Ada juga mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Syamsir Siregar serta mantan Ketua Tim Pencari Fakta Kasus Munir, Marsudi Hanafi.
(wk/)