Hentikan Penjualan Senjata, Presiden Filipina Sebut AS 'Monyet'
Dunia

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berkomentar pedas menanggapi keputusan AS menghentikan penjualan senjata.

WowKeren - Presiden, Rodrigo Roa Duterte memang kerap mencuri perhatian dengan berbagai pernyataannya yang kontroversial. Apalagi, orang nomor satu di Filipina ini kerap kali mengeluarkan komentar pedas atau secara terang-terangan mengecam Amerika Serikat.

Contohnya seperti baru-baru ini saat ia mengomentari pembatalan rencana penjualan senjata Amerika Serikat. Duterte secara terbuka mengecam hal tersebut bahkan menyebut pihak AS "monyet".

"Lihat monyet-monyet ini, mereka menolak 26 ribu senapan yang akan kita beli. Anak pelacur, kami juga punya produsen senjata sendiri di sini. Orang-orang Amerika bodoh," ujar Duterte.


Pernyataan Duterte itu juga didukung oleh Kepala Kepolisian Nasional Filipina Ronald dela Rosa. Rosa mengatakan jika pihaknya akan mencari negara lain yang bersedia menjual senjata untuk mereka. "Kami memiliki banyak pilihan. Itu akan menjadi kerugian bagi mereka," terangnya.

Sementara itu, hubungan AS dan Filipina memang kurang baik sejak beberapa waktu lalu. Diketahui, banyak pihak di Negeri Paman Sam itu yang mengecam kebijakan perang narkoba yang diterapkan oleh Duterte. Pasalnya, peraturan itu telah menewaskan ribuan orang.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!