Dinilai masih kalah pamor dari Twice, netter menyayangkan strategi promosi agensi Black Pink dan Red Velvet.
- Tim WowKeren
- Jumat, 04 November 2016 - 11:36 WIB
WowKeren - Sejak debut Agustus hingga comeback pada November ini, Black Pink memang sudah menyita perhatian penggemar musik K-Pop. Akan tetapi popularitas mereka sepertinya masih kurang menonjol dibandingkan dengan Twice.
Pasca debut, seperti kita tahu, Twice langsung promosi besar-besaran dan kerap kali tampil menjadi bintang tamu sejumlah program. Sedangkan Black Pink, baru untuk comeback kali ini mereka menambah jadwal pertunjukan panggung dan promo serta tampil di reality show.
Namun sepertinya tidak terlalu sepadan jika Black Pink dibandingkan dengan Twice mengingat, Jihyo cs debut lebih dulu. Tetapi jika Twice dibandingkan dengan Red Velvet, mungkin akan lebih terasa.
Belakangan ini di forum online, netter mendiskusikan soal popularitas luar biasa yang diraih Twice di tahun pertama debut mereka. Mulai dari single "Like Ooh-Ahh" hingga "Cheer Up", lalu yang terbaru yaitu "TT", Twice sampai di pekan kedua comeback ketiga mereka ini masih berada di urutan pertama chat musik MelOn.
Padahal, ketiga grup di atas diramalkan mampu menjadi girlband paling berpengaruh secara nasional di Korea Selatan. Selain karena sama-sama mengusung konsep yang keren dan lagu dengan koreografi bagus, ketiganya juga berasal dari agensi Big 3, YG, SM dan JYP Entertainment.
"Sebenarnya dua grup itu punya banyak potensi, tapi CEO mereka benar-benar breng**k. 'Russian Roulette' kurang promosi dan Red Velvet bahkan belum tampil di reality show. Padahal koreonya lagu mereka menakjubkan," tutur netter. "Black Pink di sisi lain baru merilis dua MV dan mereka juga nggak pernah membintangi reality shoe, kecuali baru-baru ini syuting 'Weekly Idol'. YG bahkan baru mengizinkan Black Pink berinteraksi dengan fans kalau mereka menang rookie awards."
Kurangnya promosi dan interaksi dengan fans inilah yang dianggap oleh netter menjadi penyebab popularitas Red Velvet dan Black Pink belum sekuta Twice. Geram dan menyayangkan sikap agensi, netter lantas "memaksa" YG dan SM belajar dari rival mereka, JYP Entertainment.
"Sulit sekali menjadi fans dua grup itu dan malah dipisahkan dari mereka. Apa yang agensi pikirkan? Mereka harusnya fokus untuk mengekspose para gadis ke luar dan membangung fanbase," imbuh netter. "Mereka benar-benar harus belajar satu atau dua hal dari JYP."
(wk/)