Simak hal-hal yang melenceng dari usaha hidup lebih sehat namun malah salah kaprah. Nggak tambah sehat, tubuh makin sakit.
- Tim WowKeren
- Rabu, 09 November 2016 - 16:49 WIB
WowKeren - Gaya hidup masa kini zaman sekarang mencenderung mengacu ke sisi yang lebih sehat. Berlomba-lomba orang mengonsumsi buah, sayur berolahraga dan menambah suplemen setiap harinya. Hal itu disebabkan berbagai macam media memberondong masyarakat dengan bahaya polusi, makanan yang penuh dengan racun dan lainnya.
Namun rupanya nggak semua hal yang kamu kira baik itu sehat untuk tubuh. Bahkan ada beberapa kebiasaan yang sering kamu lakukan malah merusak tubuh. Berikut hal-hal yang perlu kamu hindari agar kebiasaan sehat semakin terasa maksimal:
Kulitmu Berwarna Oranye Setelah Makan Wortel
Jangan kaget kalau suatu ketika kamu atau temanmu tiba-tiba kulitnya berwarna sedikit oranye. Hal itu bukan keracunan dan jangan langsung heboh. Bisa saja kamu atau dia baru saja melahap jeruk maupun Wortel.
Makan terlalu banyak jeruk dan sayuran dapat menghasilkan karotenemia. Karotenemia berasal dari kata karoten yang memberikan warna oranye pada sayur. Meskipun itu nggak berbahaya, kandungan itu dapat menyebabkan warna oranye untuk kulitmu.
Ketika kulitmu mulai berwarna oranye, hentikan konsumsi buah itu dan ganti dengan warna lain. Setiap orang memiliki waktu yang berbeda tergantung kondisi kulit masing-masing. Selama masa penghilangan warna oranye, batasi memakan buah atau sayuran oranye dalam sehari. Nutrisi lain dari buah itu bakal kamu dapatkan dari yang lainnya.

Merasa Flu Setelah Minum Suplemen
Sehabis jatuh dari sepeda, orangtuamu menyarankan meminum obat infeksi. Namun bukannya menjadi baikan, kamu malah merasakan gejala flu ringan. Bisa saja kamu sedang merasakan reaksi Jarisch-Herxheimer.
Reaksi Herxheimer merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap racun endotoksin yang dilepaskan ketika sejumlah besar patogen sedang dimatikan. Sayangnya tubuh nggak dapat menghilangkan racun cukup cepat. Secara sederhana, itu adalah reaksi yang terjadi ketika tubuh melakukan detoksifikasi dan racun dirilis memperburuk gejala yang sedang dirawat atau membuat gejala sendiri. Akhirnya kamu malah sakit kepala, merasa gejala flu hingga gatal.
Untuk menghindari Herxheimer, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter itu akan memberitahu kamu dosis yang baik sesuai dengan sakit yang dirasakan.

Serat Membuatmu Kembung
Mungkin kamu merasa usahamu berlaih ke hidup sehat sia-sia. Setelah berhenti mengonsumsi nasi putih dan beralih ke nasi merah, perutmu lebih mudah kembung. Belum lagi ketika kamu mulai mengganti roti tawar putih dengan sereal gandum, gejala ini makin menjadi-jadi. Perut kamu mudah kembung dan terasa penuh dengan gas.
Gejala itu disebabkan serat berlebih yang menyebabkan gas akibat interaksi antara bakteri usus. Gejala itu terjadi ketika serat melewati usus. Bakteri dalam usus besar mengubah karbohidrat yang nggak diserap di usus kecil dan mengarah ke gas.
Kamu yang menganut hidup sehat dengan mengonsumsi nasi merah direkomendasikan dalam takaran 14 gram serat untuk setiap 1.000 kalori yang dikonsumsi. Hal itu untuk mengurangi perut kamu yang bergejolak kembung.

Anggur Merah Merusak Senyummu
Anggur merah merupakan salah satu minuman yang banyak digemari dan terkadang juga dicampurkan dalam masakan. Terlalu banyak mengonsumsi anggur merah bisa merusak lapisan enamel dari gigi. Sejak saat itu bisa dikatakan senyummu nggak akan seindah biasanya.
Para ahli mengatakan bahwa menikmati segelas anggur merah dengan jumlah yang biasa saja bisa merusak gigi. Ahli nutrisi menuturkan bahwa yang menjadi kunci disini adalah nilai pH dan seberapa lama kontak asam tersebut dengan gigi. Untuk itu sering disebutkan bahwa mengonsumsi keju setelah meminum anggur putih bisa membantu mengurangi kerusakan. Keju merupakan salah satu makanan yang kaya akan kalsium. Kandungan ini yang akan melawan serangan asam dari anggur merah.
Kombinasi makan keju dengan minum anggur merah bisa memberikan keuntungan untuk mencegah erosi gigi karena makanan itu mengandung kalsium yang gigi. Ini membantu menetralkan dan meningkatkan kekuatan remineralising air liur untuk menghentikan serangan asam. Namun sebaiknya hindari mengonsumsi yang asam seperti strawberi karena akan menambah keasaman yang bisa memperburuk keadaan.

Air Seni Berwarna Kemerahan Setelah Olahraga
Air seni berwarna kemerahan bisa disebabkan makan dan minuman yang masuk ke saluran pencernaan kamu. Sering pula orang mengeluh setelah berolahraga air kencingnya berubah warna. Namun apapun itu penyebabnya kamu nggak boleh menyepelekannya. Apalagi kondisi itu setelah berolahraga keras.
Latihan intens dapat menghasilkan rhabdomyolysis. Itu adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pigmen yang rusak masuk ke jaringan otot lalu dalam darah. Jika kerusakan otot itu terjadi, pigmen dapat menyebabkan cedera pada ginjal. Gejala mungkin nggak termasuk nyeri otot. Namun urin yang kemerahan, sakit otot dan jantung yang berdetak kencang wajib mendapat segera perhatian medis.
Mengurangi risiko itu dengan tetap terkeringat dan berolahraga dalam kemampuan kamu. Berproseslah secara perlahan, jangan mencoba untuk bersaing dengan seseorang yang lebih maju dan fokus hanya pada satu latihan saja di waktu yang bersamaan.

Kuku Kebiruan Karena Terlalu Banyak Berjalan
Teman satu kantor pada suka berjalan kaki. Di akhir pekan selalu dilakukan jalan-jalan bersama di acara car free day bersama mereka. Agar maksimal, kamu berjalan kaki dari lokasi ke rumah. Latihan itu terus berulang hingga suatu ketika kukumu menjadi kebiruan.
Perlu kamu ketahui bahwa tekanan ke bawah berulang-ulang dapat menyebabkan perdarahan dan pengumpulan darah di bawah lempeng kuku. Ini bisa menghitamkan kuku dan menyebabkan rasa sakit. Seringkali kuku tumbuh sendiri tanpa masalah.
Namun segera konsultasi ke dokter bila kamu melihat tanda-tanda infeksi. Seperti kurang enak badan, deman dan sedikit menggigil. Oleh karena itu, akmu wajib menjaga kuku kaki. Pangkas bila terlihat panjang dan memakai sepatu lari yang sesuai dengan kakimu.

Minum Air Terlalu Banyak Tambah Bikin Sakit
Air menjadi kebutuhan utama bagi tubuh yang sebagian besar tersusun oleh zat itu. Rata-rata tiap orang memiliki 60 persen air dari berat tubuhnya. Tubuh memerlukan air untuk menggantikan cairan yang berkurang saat beraktivitas. Sebagian hilang saat kamu beraktivitas dalam bentuk keringat, air seni atau air mata.
Setiap orang wajib tahu masing-masing kebutuhan air di dalam dirinya. Bila berlebihan bisa membawa kamu pada hiponatremia yang berpotensi berbahaya. Asupan air yang berlebih bisa mencairkan natrium dalam aliran darah tubuh. Hal ini dapat menyebabkan mual, kram otot, disorientasi dan bahkan bisa berakibat fatal. Laporan Exercise Associated Hyponatraemia (EAH) mencatat ada sekitar 1600 kasus meninggal di seluruh dunia akibat minum air yang berlebihan.
Rata-rata, wanita harus mengonsumsi sekitar 91 ons cairan sehari. Meskipun rekomendasi itu tergantung pada tingkat aktivitas, kondisi kesehatan dan iklim lokasi kamu.

Sebatang Protein Bisa Membuat Sembelit
Apapun yang disantap terlalu banyak akan nggak baik. Termasuk bila kamu makan protein terlalu banyak. Kamu bisa saja merasa sembelit. Kamu disarankan mengombinasi dengan makanan lainnya.
Banyak makanan ringan dalam bentuk batangan yang nggak hanya rendah serat tetapi juga nutrisinya lengkap. Keuntungan lainnya adalah kandungan vitamin dan mineral. Tujuannya kamu harus mencoba dan makan lebih seluruh makanan itu.

Terlalu sering Cuci Tangan Menumpulkan Imun Tubuh
Bermunculannya gel antibakteri yang lucu di pasaran membuat kamu sedikit-sedikit membersihkan tangan. Belum lima menit sudah memakainya lagi. Baunya yang harum dan kemasannnya yang unik seakan memikat kamu. Belum lagi ketika ada di sekitar kamu yang terkena flu. Rasanya ada saja alasan untuk memakai gel antibakteri itu.
Sayangnya penggunaan terlalu banyak malah nggak disarankan. Tangan yang sering dibersihkan membuat tubuh rentan terhadap invasi patogen. Penelitian yang dilakukan oleh University of Michigan School of Public Health menunjukkan bahwa orang yang menggunakan gel antibakteri lebih sering banyak mengeluh alergi atau demam.
Hindari menggunakan gel alkohol tangan lebih dari enam kali sehari. Kamu disarankan lebih baik mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Bersepeda Membuat Tanganmu Mati Rasa
Bersepeda dengan rally yang panjang atau kelas bersepeda dalam ruangan maraton dapat membuat jemarimu kesemutan bahkan mati rasa. Kondisi mati rasa terjadi ketika saraf teriritasi atau terluka. Dalam bersepeda, sangat umum bila kamu hanya dalam satu posisi untuk jangka waktu yang panjang. Hal itu rupanya yang kadang-kadang menimbulkan tekanan pada saraf.
Mati rasa ini biasanya hilang sendiri namun jika terus terjadi kamu perlu mempertimbangkan konsultasi pada pelatih sepeda yang profesional. Dari sana akan diketahui penyebab kamu mengalami mati rasa. Bila ditemukan hal yang buruk, kamu akan segera ditangani secara media.

Di dunia ini baik dan buruk itu seimbang. Bila menganut gaya hidup yang sehat bisa saja aplikasi dan bahan ada yang nggak sesuai. Kamu perlu memahami itu agar hasil yang didapat akan maksimal.
(wk/)