Sedih dan Bikin Baper, Ini Pertanda Hubunganmu Nggak Punya Masa Depan
SerbaSerbi

Ngerasa hubungan kamu sama dia gitu-gitu aja? Intip tanda-tanda ini buat tahu bahwa hubungan kalian nggak bisa dilanjutkan.

WowKeren - Ada yang menyenangkan ketika kamu merasakan cinta. Senyummu merekah, matamu terus mengekor ke layar ponsel apakah ada pesan darinya atau serba dag dig dug ketika membalas teleponnya. Ibarat bunga, cinta itu bisa membuat apapun terlihat dan terasa indah. Namun begitu layu, lihat betapa buruknya sudut pandangmu. Makan jadi nggak enak. Apa-apa jadi salah. Hidup segan, mati tak mau.

Untuk kamu-kamu yang sudah punya gandengan, sejauh mana hubungan kalian? Siap melangkah ke tahap selanjutnya atau cuma di situ-situ aja. Perhatikan hubungan kalian dan rasakan apakah kamu masih tetap bahagia bersamanya. Bila nggak kenapa masih diteruskan? Berikut tanda-tanda yang perlu dipahami bahwa bisa saja hubunganmu nggak punya masa depan:

Partnermu Nggak Bisa Nerima Kamu Apa Adanya

Nggak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap manusia perlu memahami baik dan buruknya orang lain. Dalam tubuh secara rohani maupun jasmani akan selalu terselip baik dan buruk dan kadarnya sama. Nah, partner yang baik adalah orang yang mau menerima positif dan negatif seseorang.

Kekasihmu mungkin nggak menikmati ketika melihat drama Korea bersamamu. Dia lebih suka nonton "Game of Thrones". Namun seharusnya dia menerima kebiasaanmu tanpa adanya opini buruk tentang hal tersebut.

Terlebih banyak hal penting seperti karier dan bagaimana caramu berpakaian. Bila dia ikut campur dan mengatur semua hal dalam hidupmu, apakah kamu baik-baik saja? Menjadi orang yang nggak bisa menerima keberadaan dirimu dan selalu mengomentarimu bisa menjadi indikator hubunganmu nggak bakal bertahan lama.

Kamu Nggak Bisa Nerima Dirinya

Jika dia bisa menerima kamu, kenapa nggak dengan sebaliknya? Adakah hal-hal penting dari dirinya yang nggak sesuai dengan pemikiranmu? Bicarakan apapun yang mengganjal di kepalamu padanya. Temukan jalan keluar dari jawabannya.

Memendam hal-hal yang nggak sesuai di hati sama seperti menimbun racun. Awalnya mungkin kamu menerima hal-hal kecil namun bila dikumpulkan dan menggunung. Dampaknya akan sama saja. Daripada dibahas ketika sudah meledak, ada baiknya kamu jujur dan katakan apapun padanya.

Bila cara itu sudah dipakai dan masih merasa nggak cocok, hubungan memang nggak bisa dilanjutkan. Jangan memaksa hubungan yang memang nggak berkembang. Selain nggak ada hasilnya, masing-masing dari kalian juga nggak bakal bahagia.

Sendirian di Masa Sulit

Hubungan nggak cuma dibangun atas dasar keakraban, kegembiraan dan tertawa bareng. Tapi juga karena stres, mood memburuk dan konflik. Semakin kuat menjalani hubungan di kala kondisi memburuk, ikatan kamu dan dia akan terus terjalin. Kalian akan memahami satu sama lain.

Semakin tahu kelemahan dan kelebihan satu sama lain tentu akan membuat kalian saling melengkapi. Beda lagi kalau kamu dan dia menganut hubungan yang timpang. Artinya, satu sama lain ada yang bertepuk sebelah tangan. Satu sisi membantu sedang yang lainnya nggak. Di kala kamu merasa suntuk dan pengen bahagia, dia ada. Sedang ketika dia penuh dengan masalah, kamu hilang kemana.

Dalam sebuah hubungan kamu dan dia seharusnya saling mendukung setiap keputusan yang diambil masing-masing. Bukan malah menekan ketika ada yang berbuat salah. Perbaiki sejak dini sebelum semuanya berubah.

Kebutuhanmu Nggak Terpenuhi Olehnya

Setiap orang memiliki urusan masing-masing di jalan hidupnya. Meski telah sah menjadi kekasihnya atau bahkan hidup bersama, kamu dan dia dilarang memasuki wilayah terlarang. Ingat kan bahwa setiap orang memiliki privasi dan kamu perlu menghargai itu.

Bayangkan bila kamu atau dia sangat penasaran pada hidup masing-masing atau malah cuek. Jadinya nggak harmonis dan bubrah. Yang perlu kalian pahami adalah percaya dan jujur. Dengan memahami dia kamu akan tahu bahwa setiap orang memiliki waktu masing-masing.

Biarkan dia masuk dalam "gua" dan ingin menyendiri. Begitu pula dengan dirimu. Setelah pikiran segar, bertemulah dengan kekasihmu seperti kali pertama berkenalan. Pikiran masak-masak tentang kebutuhan masing-masing, bila nggak terpenuhi. Mungkin sudah waktunya hubungan kalian selesai sudah.


Kalian Nggak Berada di Posisi yang Sama

Hubungan yang baik adalah kondisi kamu dan dia merasa sama. Misalnya, pernah sama-sama sedih, ngerasa bahagia bersama dan konflik diselesaikan bareng-bareng. Sekali lagi, kondisi yang timpang hanya akan membuat hubunganmu berakhir.

Bila masih ingin bersama dirinya, bicaralah baik-baik. Katakan keinginanmu dan rencanamu tentang hubungan ke depannya. Jika kamu dan dia nggak dalam misi dan posisi yang sama, mungkin sebaiknya memang harus putus.

Kamu Terlalu Bekerja Keras Untuk Hubungan Itu Sedangkan Dia Nggak

Salah satu indikasi hubungan gitu-gitu aja, kamu hanya dianggap kekasih. Bukan orang yang selalu ada di hidupnya. Orang yang serius akan memperkenalkan kehidupannya padamu. Misalnya sahabat, teman bahkan keluarga.

Mungkin kamu kepo dengan teman sekantornya atau dengan siapa dia kadang futsal. Kamu ingin bertanya namun hal itu hanya diam di kepalamu. Hingga pada akhirnya kamu menunggu dia yang bercerita dan melakukan hal itu. Yang perlu kamu ketahui, pria yang serius akan kadang mengajakmu pergi bersamanya dan mengenalkan kamu.

Indikasi lainnya ada upaya untuk bertemu. Meski kamu dan dia sibuk diantara tumpukan tugas kantor, ada celah waktu yang membuat kalian bisa bertemu tatap muka. Misalnya pas makan siang. Buatkan dia makan siang akan membuat dirinya mengapresiasi usahamu. Namun bila nggak ada keinginan bertemu, mungkin saja dia sudah bosan dan ingin mengakhiri hubungan bersamamu.

Sulit Memercayainya

Ada dua kunci penting sebuah hubungan yakni percaya dan jujur. Percaya adalah upaya membuat dirinya bisa melakukan apapun yang disuka dan tentu saja harus didukung. Sedang jujur lebih pada pribadi kamu ke orang lain. Bila kedua hal itu nggak terpenuhi mungkin saja hubungan kalian nggak akan bertahan lama.

Menguatkan rasa percaya memang nggak segampang membalikkan telapak tanganmu. Kamu dan dia harus memiliki komitmen masing-masing. Toh menjadi orang yang terus dicurigai juga nggak enak banget. Apakah kamu masih mau meneruskan berhubungan dengan orang yang masih menaruh curiga ke kamu?

Kamu Nggak Melihat Adanya Masa Depan Bersamanya

Masa depan itu nggak muluk-muluk kok. Mungkin saja ada yang berencana menikah namun masa depan nggak melulu tentang itu. Kamu harus melihat ada kebahagiaan di sana.

Hal itu memang butuh waktu yang lama. Bukankah hubungan yang baik memang membutuhkan waktu dan usaha. Hal itu akan memudah kamu dalam membuat keputusan akankah masih bersama dirinya dan mau melanjutkan hubungan itu.

Waktu di dunia ini nggak banyak. Bila hanya dirundung kecewa dan gundah gulana ada baiknya kamu mencari kebahagiaan. Nggak masalah bila harus berpisah dengannya. Kamu harus segera beralih dan mencari yang lain.

Ibarat luka yang dibiarkan bisa saja membusuk. Begitu pula dengan hubungan. Membiarkan begitu saja hubungan yang sudah salah kaprah nggak akan memperbaiki ikatan jalinan asmaramu. Bila dirasa nggak ada rasa, sebaiknya sudahi saja.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait