Sering Dianggap 'Berbeda', Fakta Soal Albino Ini Bikin Kamu Tercengang
SerbaSerbi

Berikut hal-hal berkaitan dengan albino yang mungkin belum pernah kamu ketahui.

WowKeren - Albino memang berbeda. Bila berada di kumpulan orang dengan kulit normal, seseorang dengan kelainan albino akan mudah dikenali. Meski begitu, albino bukan terus dihindari. Nggak ada yang berbeda dengan mereka.

Seseorang albino hanya berbeda di kulit saja. Hal ini terjadi nggak cuma pada manusia, tumbuhan dan hewan pun bisa terkena kelainan turunan ini. Berikut serba-serbi mengenai albino yang mungkin belum pernah kamu ketahui:

Ciri Orang Albino

Ciri khasnya adalah hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit dan rambut. Albino timbul dari perpaduan gen resesif. Ciri-ciri seorang albino adalah mempunyai kulit dan rambut secara abnormal putih susu atau pucat dan memiliki iris merah muda atau biru dengan (nggak semuanya) pupil merah.

Jumlah manusia penderita albino di seluruh dunia beragam. Albino di Tanzania, Afrika Timur adalah negara yang memiliki penderita Albino terbanyak di dunia, yakni sekitar 200 ribu jiwa. Di sebagian besar negara, penderita albino hanya sekitar 1 orang per 20 ribu penduduk. Sedangkan di Denmark sekitar 1 orang penderita per 60 ribu penduduk.

Apa itu Albino?

Albino juga kadang disebut juga dengan istilah albinisme. Seperti dikutip Mayo clinic, albino merupakan jenis kelainan kulit bawaan dimana hanya menghasilkan sedikit atau bahkan nggak ada produksi melanin pigmen. Jenis dan jumlah melanin menentukan warna kulit, rambut dan matamu. Mayoritas orang yang mengalami albinisme akan sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari dan memiliki risiko mengembangkan kanker kulit.

Kata itu berasal dari bahasa Yunani "albus" yang berarti "putih". Seseorang yang terkena albino mempunyai mata berwarna merah jambu, dan ini disebabkan karena darah yang merah tampak mengalir di retini mata. Mata albino sangat peka terhadap cahaya terutama sinar matahari. Orang albino menjaga agar kelopak matanya setengah tertutup dengan selalu berkedip-kedip bila terkena cahaya. Rambut seorang albino dan di seluruh tubuhnya berwarna putih. Bahkan jaringan di dalam tubuhnya seperti otak dan syaraf tulang belakangnya pun berwarna putih.

Jenis Albino

Albinisme dibagi menjadi beberapa jenis dan antara satu dengan yang lain memiliki perbedaan. Jenis albinisme didasarkan pada gen yang bermutasi yang menjadi penyebab timbulnya gangguan tersebut. Berikut jenis-jenisnya:

  • Oculocutaneous Albinisme
  • Jenis albinisme ini diakibatkan oleh mutasi pada salah satu dari empat gen. Mutasi ini menimbulkan beberapa gejala yang berhubungan dengan penglihatan, warna pada iris, kulit dan rambut. Oculocutaneous albinisme dibagi lagi menjadi 4 tipe, yakni:
    1. Faktor yang menimbulkan gangguan ini adalah adanya mutasi pada gen kromosom 11. Orang yang mengalami gangguan pada tipe 1 ini biasanya memiliki kulit berwarna putih susu, rambut putih dan mata biru saat lahir. Beberapa orang yang mengalami gangguan ini juga tidak pernah mengalami perubahan pigmentasi.
    2. Faktor yang menimbulkan gangguan ini adalah adanya mutasi pada gen kromosom 15. Gangguan ini lebih sering dialami oleh orang Afrika Sub-Sahara, Afrika-AMerika dan penduduk asli Amerika. Pada orang keturunan Afrika, kulitnya berwarna coklat muda sedangkan pada orang keturunan Asia atau Eropa Utara, kulitnya berwarna putih. Dari kedua kasus tersebut, warna kulit orang yang mengalami gangguan albino umumnya dekat dengan waran kulit dari anggota keluarganya, namun warnanya sedikit lebih pucat. Apabila kulit mereka sering terkena sinar matahari, bintik-bintik atau tahi lalat mungkin dapat muncul di permukaan kulit.
    3. Faktor yang menimbulkan gangguan ini adalah adanya mutasi pada gen kromosom 9 dan merupakan gangguan yang umumnya dialami oleh orang kulit hitam di Afrika Selatan. Orang yang mengalami gangguan ini biasanya memiliki kulit dan rambut berwarna cokelat kemerahan dan matanya berwarna cokelat.
    4. Faktor yang menimbulkan gangguan ini adalah adanya mutasi pada gen kromosom 5. Jenis albinisme ini paling umum terjadi pada orang-orang keturunan Asia Timur. Gejala yang ditimbulkan pun mirip dengan gangguan albinisme pada tipe 2.
  • X-okular Albinisme
  • Gangguan ini seringkali dialami oleh kaum pria. Hal ini disebabkan oleh adanya mutasi gen pada kromosom X. Biasanya orang yang mengalami gangguan ini memiliki warna kulit, rambut dan mata yang lebih pucat dari warna kulit anggota keluarganya. Selain itu, mereka juga mengalami masalah pada penglihatan.

  • Sindrom Hermansky-Pudlak
  • Ini merupakan jenis albinisme langka yang disebabkan oleh mutasi pada salah satu dari sedikitnya delapan gen yang terkait dengan sindrom ini. Orang yang mengalami jenis albinisme ini mengalami gejala-gejala seperti pada jenis oculocutaneous albinisme, namun mereka juga mengembangkan penyakit pada orang paru-paru, penyakit usus, dan gangguan pendarahan.

  • Sindrom Chediak-Higashi
  • Ini merupakan jenis yang paling jarang dari albinisme. Gangguan ini disebabkan oleh mutasi pada gen Lyst. Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan jenis oculocutaneous albinisme. Orang yang mengalami sindrom ini memiliki kecacatan pada sel darah putih yang mengakibatkan rentan terkena infeksi. Selain itu, rambutnya berwarna cokelat atau pirang dengan kemilau keperakan dan kulitnya berwarna putih, krem hingga keabu-abuan.

Gejala Albino

Semua jenis gangguan albinisme akan menimbulkan masalah pada fungsi mata. Nggak hanya itu saja, orang yang mengalami gangguan albinisme juga pasti akan mengalami perubahan warna pada kulit, rambut dan mata. Berikut penjelasannya:

Penyebab

Mutasi salah satu dari beberapa gen menjadi penyebab paling umum dari albinisme. Masing-masing gen akan memberikan petunjuk kode kimia untuk membuat salah satu dari beberapa protein yang terlibat dalam produksi melanin. Mutasi gen dapat menyebabkan jumlah melanin menurun bahkan mungkin melanin tidak diproduksi sama sekali.

Seseorang dapat mengalami gangguan albinisme jika dia mewarisi dua salinangen yang bermutasi (satu dari setiap orang tua). Namun jika hanya memiliki satu salinan gen saja, ia nggak akan mengalami gangguan albinisme.

Pengobatan

Albinisme merupakan kelainan genetik. Akibatnya, pengobatan untuk menangani gangguan ini sangatlah terbatas. Orang yang mengalami gangguan ini harus melakukan pemeriksaan penglihatan secara berkala guna memperbaiki kualitas penglihatan.

Operasi merupakan jenis pengobatan yang jarang sekali digunakan untuk menangani gangguan ini. Jika itu dilakukan, biasanya dokter akan melakukan operasi pada otot optik untuk meminimalkan nystagmus. Selain itu, orang yang mengalami albinisme juga harus melakukan pengujian kulit dengan teratur. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko kanker kulit. Namun, dengan mengurangi intesitas terkena paparan sinar matahari juga dapat mengurangi risiko dari albinisme.

Terjadi pada Semua Makhluk Hidup

Albinisme adalah mutasi genetik yang bisa terjadi pada tiap jenis mahluk hidup. Bahkan pada tumbuhan. Jika kelainan genetik itu muncul, tumbuhan akan cepat mati. Hewan dengan albinisme juga ada. Hewan-hewan itu layaknya manusia akan menghadapi kesulitan pada mata.

Hewan yang memiliki kelainan albino cenderung terlihat unik. Bila dijual, hewan ini akan dibanderol mahal. Meski cara perawatannya sama dengan hewan lainnya, perbedaan ini karena warna pada kulitnya. Terkecuali pada beberapa hewan seperti ular yang membutuhkan perawatan lebih.

Banyak orang yang menganggap orang yang mengalami gangguan ini pantas untuk dijauhi dan dikucilkan. Sebab, penderita albinisme pasti terlihat sangat berbeda di antara orang-orang yang berada di sekitarnya. Hal ini dapat menimbulkan isolasi sosial, harga diri menjadi rendah, dan dapat menyebabkan stres. Mulai sekarang jangan jauhi dan rangkul mereka.

Kunjungi Galeri Foto "Kecantikan Orang Albino".

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait