Kepolisian memberikan pernyataan terkait rencana aksi 2 Desember mendatang.
- Tim WowKeren
- Senin, 21 November 2016 - 14:38 WIB
WowKeren - Rencana aksi yang akan digelar pada 2 Desember menjadi perhatian tersendiri oleh pihak kepolisian. Baru-baru ini Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jika pergerakan massa tersebut diduga memiliki agenda lain.
Menurut Irjen Tito, ada kecurigaan jika aksi tersebut adalah upaya untuk menjatuhkan pemerintahan. "Ada agenda-agenda gelap terkait yang lain dalam rangka untuk menjatuhkan pemerintahan," ujarnya baru-baru ini.
Pihak kepolisian sendiri beranggapan jika demo pada 2 Desember mendatang fokusnya sudah bukan penistaan agama yang menjerat Ahok. Pasalnya saat ini kasus tersebut telah diproses secara hukum dan Gubernur DKI Jakarta non aktif itu telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara itu, Irjen Tito sendiri baru-baru ini menyatakan pihak kepolisian akan melarang aksi yang dilakukan di Jl Jenderal Sudirman-MH Thamrin dilarang. Mereka menilai kegiatan tersebut bisa mengganggu ketertiban umum.
"Menyikapi (aksi) tanggal 2 Desember. Akan ada kegiatan yang disebut bela Islam ketiga dalam bentuk gelar sajadah Salat Jumat di jalan Thamrin. Kegiatan tersebut, penyampaian pendapat di muka umum hak konstitusi. Namun tidak bersifat absolut," ujarnya. "Yang kedua (jangan) mengganggu ketertiban umum, ibu-ibu mau melahirkan terganggu, angkutan bisa terganggu, bisa memacetkan Jakarta. Maka kami akan melarang (Aksi 2 Desember), kalau melawan akan kita bubarkan."
(wk/)