Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan jika makar adalah tindakan melanggar hukum dan harus ditindak tegas.
- Tim WowKeren
- Rabu, 23 November 2016 - 09:32 WIB
WowKeren - Belakangan isu makar dalam aksi yang rencananya akan digelar pada 25 November dan 2 Desember tengah santer terdengar. Oleh karena itu, pihak Kepolisian dan TNI telah menyatakan jika mereka akan mengawal dengan ketat aksi jalannya unjuk rasa tersebut.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian Pertahanan akhirnya angkat bicara. Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan jika pihaknya belum mendengar mengenai hal tersebut. "Saya tidak dengar itu (makar) ya. Intelijen saya tidak dengar itu," ujarnya.
Meski begitu, jika isu tersebut benar adanya pihak Kemenhan mengaku siap pasang badan dan menindak tegas. Pasalnya makar merupakan tindakan yang melanggar hukum.
"Siapa pun yang makar itu tidak boleh terjadi di negara ini, tidak ada sejarah kita makar, kita negara hukum taat hukum. Jika memang terjadi, tindak tegas, Kementerian Pertahanan siap berhadapan dengan makar makar itu, siapa pun," terangnya "Belum, kita kalau ngomong yang pasti benar, jangan sampai yang kata orang, fitnah nanti kan."
Sementara itu, GMNF MUI baru-baru ini mengatakan jika pihaknya akan tetap melakukan aksi pada 2 Desember yang disebut dengan Aksi Bela Islam III. Namun mereka menjelaskan jika kegiatan tersebut hanya akan diisi dengan istighosah dan dzikir bersama.
(wk/)