Begini sikap Menhan Ryamizard Ryacudu terkait penculikan WNI oleh kelompok Abu Sayyaf.
- Tim WowKeren
- Kamis, 24 November 2016 - 09:03 WIB
WowKeren - Kasus penculikan WNI kembali terjadi. Beberapa waktu lalu kapten dan ABK kapal asal Indonesia diculik di perairan Malaysia dan Filipina. Mereka diduga disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.
Demi menangani hal tersebut, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu berencana untuk menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Malaysia dan Filipina pada Rabu (23/11). Namun hal tersebut harus ditunda lantaran situasi di dalam negeri yang memanas.
"Itu saya undur. Ada situasi di sini, masak saya pergi-pergi terus," ujar Ryamizard Ryacudu. "Setelah enggak ada demo besar-besaran segala macam baru saya pergi. Kalau masih ada ribut-ribut terus saya pergi itu enggak bagus lah ya."
Seperti diketahui, publik tengah dihebohkan oleh rencana demo pada tanggal 25 November dan 2 Desember. Apalagi dengan adanya isu makar yang berkembang belakangan ini.
Sementara itu, Menhan dijadwalkan untuk bertemu pihak Malaysia dan Filipina untuk membahas patroli bersama demi pengamanan wilayah laut di tiga negara, terutama di Tawau, Sabah, Malaysia. Langkah ini diambil demi menangani kasus penculikan WNI yang kerap dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf.
Seperti diketahui kelompok teroris itu beberapa kali menculik dan menyandera sejumlah warga negara termasuk WNI. Mereka juga meminta tebusan dan tidak segan-segan membunuh.
(wk/)