Sekap 11 Orang Hingga 6 Tewas, Apa Motif Pembunuhan di Pulomas?
Nasional

Tidak ada barang yang hilang di rumah korban saat penyekapan, lantas apa motif penyekapan yang berakhir dengan pembunuhan itu?

WowKeren - Indonesia baru saja dikejutkan dengan penyekapan sadis yang dilakukan oleh sekelompok orang di Jalan Pulomas Utara No. 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin, 26 Desember. Mereka menyekap 11 orang hingga 6 diantaranya tewas di dalam kamar mandi. Penyekapan itu dilakukan di sebuah rumah mewah milik keluarga Ir Dodi Triono. Ir Dodi adalah seorang Arsitek dan diketahui mempunyai rumah lainnya yang terletak tidak jauh dari lokasi pembunuhan.

Kejadian itu mulai terungkap saat seorang kerabat Ir Dodi datang dan menemukan ada 11 orang yang disekap di dalam kamar mandi berukuram 1,5m x 1,5m. Dodi diketahui disekap bersama 10 orang di dalam kamar mandi. Ia diduga tewas karena kehabisan oksigen. Sementara 5 orang lain yang juga menjadi korban tewas akibat peristiwa ini adalah dua putri Dodi, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9); Amel, teman Gemma; serta dua sopir bernama Yanto dan Tasro.


John Siregar, pengacara yang sekaligus teman Dodi kepada wartawan di depan rumah Ir Dodi, mengatakan dia melihat kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Ia menepis pembunuhan itu sebuah upaya perampokan lantaran tidak ada barang korban yang hilang.

Seorang kerabat menyebut Ir Dodi sempat dimintai uang oleh pelaku. Lolita, keponakan dari Dodi Triono mengunjungi kerabatnya yang menjadi korban selamat di RS Kartika, Pulomas. Dia datang bersama Chintya Hannyfa, teman Diona Arika (anak Dodi yang menjadi korban tewas insiden ini). Setelah mendapatkan cerita dari korban yang selamat, Lolita mengatakan apa yang diketahuinya kepada wartawan di RS Pulomas. Menurut Lolita, saat perampok pertama kali datang, Dodi sedang tidak ada di rumah. "Lalu ayahnya dateng, dimintain uang," ujar Lolita (27/12).

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!