Simak penjelasan perwakilan polisi mengenai tingkah pelaku yang salah mengambil CCTV di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Rabu, 28 Desember 2016 - 14:05 WIB
WowKeren - Penyekapan sadis Ir Dodi Triono (59) dan keluarganya di Kelurahan Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur membuat publik terkejut. Korban yang meninggal dunia Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri dan Dianita Gemma Dzalfayla telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sementara itu, Amel telah dikembalikkan ke keluarga di Bekasi. Untuk Yanto dan Tasrok mereka dikembalikkan ke kampung halamannya masing-masing.
Dari keterangan polisi, pelaku pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga ini diduga telah mengambil satu unit power supply CCTV atau kamera pengawas dari rumah korban. "Pelaku sempat mengambil power supply," kata Kapolsek Pulogadung Kompol Andi B Rahman di lokasi kejadian, Rabu, 28 Desember.
Namun pelaku sempat terkecoh. Pasalnya, pelaku sempat berniat mengambil kaset rekaman CCTV namun yang diambil power supply yang dimana itu adalah alat untuk menghidupkan kamera pengawas atau aliran listrik. Oleh karena itu, kata Andi, kaset rekaman saat ini sudah berada di pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan. "Masih kita lidik," imbuh Andi.
Andi belum bisa menyebutkan apa yang sedang didalami kepolisian dari rekaman CCTV tersebut. Dia menyebut alasannya untuk kepentingan penyelidikan.
(wk/)