Berikut orang-orang yang yang selamat dari bencana dan bisa menginspirasi kamu dalam menjalani hidup.
- Tim WowKeren
- Selasa, 03 Januari 2017 - 13:22 WIB
WowKeren - Banyak orang yang mengatakan hidup adalah bagaimana menjalani tantangan. Namun dengan banyak halangan yang mungkin terasa ringan, kamu sangat mudah mengeluh. Dunia memang memiliki banyak tantangan yang harus kamu jalani dan mengarunginya adalah kenikmatan sendiri.
Namun pernahkah kamu berpikir bahwa tantangan seseorang dalam menjalani hidup memiliki tingkat yang berbeda. Ketika memiliki masalah, ketahuilah bahwa banyak orang yang menderita pula. Berikut beberapa orang yang selamat ketika berada dalam bencana alam:
Yossi Ghinsberg
Yossi Ghinsberg dan tiga orang kawannya pergi menjelajah hutan Amazon. Untuk bertahan hidup di hutan sangatlah susah dan mulailah ada cekcok di kelompok itu sehingga akhirnya mereka pun bubar. Ghinsberg tetap dengan Kevin dan berpisah dengan dua orang lainnya, Markus dan Karl.
Ghinsberg dan Kevin menaiki rakit namun kehilangan kendali saat rakit itu semakin mendekati ujung air terjun. Kevin berhasil sampai ke pinggiran tapi Ghinsberg nggak kuasa melawan arus kencang dan terbawa jatuh di air terjun tersebut, nyaris kehilangan nyawanya. 19 hari berikutnya merupakan hari penuh tantangan untuk Ghinsberg. Dia selamat dari serangan jaguar pada tengah malam dengan membakar semprotan obat nyamuk dan menyemburkan apinya ke jaguar itu.
Kawanan rayap berpesta mengerumuni kulitnya yang terkelupas dan bajunya. Dia minum air seninya sendiri saking kehausan dan makan buah dan telur mentah dari sarang ayam di hutan. Dia hampir tenggelam oleh banjir dan lumpur. Dia akhirnya ditemukan oleh Kevin yang telah membentuk sebuah tim penyelamat dengan penduduk setempat. Marcus dan Karl nggak pernah ditemukan.

Vincent Coleman
Steven Callahan berlayar keluar dari Kepulauan Canary di perahu kecil yang dia bangun sendiri. Enam hari kemudian, perahu tenggelam akibat kerusakan akibat tabrakan dengan sesuatu yang nggak diketahui saat malam hari. Dia kemudian menduga bahwa sesuatu itu adalah ikan paus. Dia meninggalkan perahunya dan pindah ke rakit yang berukuran sekitar enam meter.
Steven berhasil bertahan hidup sampai akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat 76 hari kemudian. Dia telah melewati rintangan hiu-hiu ganas, terbakar matahari, kerusakan fisik dan penderitaan mental. Untuk makanan, dia berburu ikan dengan tombak dan menangkap burung. Dia kehilangan sepertiga dari berat badannya selama ini. Ketika rakit itu bocor, ia tetap berhasil bertahan selama 33 hari sampai diselamatkan.

Colby Coombs
Pada bulan Juni tahun 1992, Colby Coombs dan dua orang temannya mendaki gunung Foraker di Alaska setinggi kira-kira 5200 meter. Tiba-tiba salju longsor dan menimbun mereka. Coombs dan teman-temannya terseret longsor itu sampai jatuh sekitar 243 meter dan menabrak sungai yang sudah membeku.
Teman-teman Coombs kehilangan nyawanya sementara Coombs mengalami gegar otak, patah pada pergelangan kaki, dua tulang patah di lehernya dan bahunya remuk. Selama enam hari, dia turun dari lokasi itu lalu berjalan sejauh 5 mil melintasi gletser sampai dia akhirnya mencapai kamp. Coombs masih memanjat gunung sampai hari ini.

Eric Le Marque
Eric Le Marque, anggota tim hoki Olimpiade Perancis, hilang selama tujuh hari di padang gurun Sierra Nevada. Sebagai seorang Snowboarder, dia naik ke California Mammoth Mountain sampai badai salju melemparnya keluar jalur. Dia gagal untuk menemukan jalan kembali sebelum gelap. Dia menghabiskan malam di hutan dan berusaha untuk mendaki kembali keesokan harinya. Namun, ia malah merambah lebih dalam ke hutan.
Saat itu Le Marque hanya memiliki MP3 player, snowboard dan pakaiannya. Untuk mengatasi kelaparan, dia mencari kacang dan memakan kulit pohon. Untuk minum, dia meminum salju yang mencair dan air sungai. Dia menggunakan snowboardnya untuk menggali sebuah lubang untuk perlindungan. Ia lalu terserang hipotermia dan kakinya membeku sampai menjadi hitam dan ungu. Setelah terjatuh ke air deras, ia juga hampir terseret air terjun setinggi 24 meter.
Le Marque berhasil selamat setelah dia menggunakan MP3 playernya untuk menemukan sinyal radio yang digunakan seperti kompas. Karena kerusakan jaringan di tubuh bagian bawah, sebagian besar kakinya harus diamputasi.

Tami Oldham Ashcraft
Pada tahun 1983, Tami Oldham Ashcraft dan pacarnya, Richard Sharp, berlayar menggunakan perahu sepanjang 13 meter. Mereka dalam perjalanan ke San Diego dari Tahiti ketika bencana melanda. Mereka dihantam oleh badai yang termasuk dalam kategori empat. Sebagai pengetahuan, badai kategori empat dianggap sebagai badai ekstrim yang menghasilkan gelombang badai terbesar.
Dalam kasus ini, gelombang mencapai 15 meter dan angin yang kencang bertiup lebih dari 160 mil per jam. Perahu itu terbalik dan Ashcraft pingsan akibat benturan di bawah dek. Dia sadar 27 jam kemudian dan pacarnya, Sharp, hilang.
Sendirian di laut dan berkabung karena pacarnya, Ashcraft tampak putus asa. Namun Ashcraft terus berjuang untuk bertahan hidup. Dia menggunakan langit untuk membantu navigasi untuk mencapai Hawaii yang berjarak 1500 mil. Dia menjatahi makanannya dan merakit sendiri tiang kapal lalu mulai berlayar. Dia akhirnya mencapai Hilo Harbor 41 hari kemudian.

Ricky Megee
Ricky Megee berhenti untuk membantu pasangan yang mobilnya mogok. Selanjutnya dia terbangun dengan batu dan tanah yang menimbunnya. Lubang itu dimaksudkan untuk menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Ricky mengaku telah dibius dan dirampok oleh pasangan tersebut. Megee menderita sengitnya paparan sinar matahari dan kekurangan gizi selama dua bulan ke depan.
Dietnya terdiri dari lintah, kadal, serangga, katak dan ular. Dia terpaksa minum air seninya ketika nggak menemukan genangan air hujan untuk diminum. Dia berbobot 100kg sebelum tersesat menjadi 45kg saat akhirnya diselamatkan. Orang yang menemukan dan menyelamatkannya menggambarkan dia sebagai kerangka berjalan.

Aron Ralston
Bisakah kamu mengamputasi lengan dengan pisau tumpul untuk bertahan hidup? Aron Ralston bisa dan dia sudah melakukannya. Pada tanggal 1 Mei 2003, batu berbobot 360kg jatuh ke lengannya dan menjebaknya dalam ngarai batu Utah. Setelah terjebak di tempat yang sama selama lima hari dengan makanan dan persediaan air yang semakin menipis, Ralston melakukan langkah putus asa demi kelangsungan hidupnya.
Dia menggunakan batu untuk mematahkan tulangnya. Aron kemudian menggunakan pisau saku tumpulnya untuk memotong urat dan otot tangannya yang terjebak. Proses pemotongan memakan waktu sekitar satu jam dan akhirnya dia bebas. Dia berjalan menelusuri ngarai sedalam 20 meter dengan satu tangan dan berjalan di bawah terik matahari yang panas sampai ke mobilnya.
Dalam perjalanan dia ditemukan oleh sebuah keluarga dan diberikan air minum sambil menunggu tim penyelamat datang. Bila paham dengan jalan cerita ini, mungkin kamu pernah melihat film 127 hours. Pengalaman yang menginspirasi di alam bebas ala Aron itu diperankan oleh James Franco.

Bethany Hamilton
Pada suatu pagi di bulan November 2003, Bethany Hamilton pergi ke Pantai Makau di Hawaii untuk berseluncur. Pada saat itu dia adalah seorang peseluncur kompetitif berusia 13 tahun. Dia berbaring di papan seluncurnya dengan tangan menggantung di dalam air ketika hiu berukuran 3-5 meter menyerangnya.
Lengan kiri Hamilton putus sampai ke bahu. Alih-alih panik dan mungkin tenggelam, Hamilton mendayung menuju teman-temannya menggunakan lengan satunya lagi. Dia bahkan masih sempat memperingatkan orang lain yang berendam di dalam air, berteriak bahwa ada hiu. Teman-temannya membantu Hamilton sampai ke pantai dan dia langsung dibawa ke rumah sakit. Hebatnya, Hamilton mulai berseluncur lagi bulan depannya.

James Morrow
James Morrow, usia 45 tahun, sempat merasakan bagaimana rasanya berada di dalam rahang buaya lapar. Morrow sedang snorkeling di Florida. Dia sedang menyesuaikan alat snorklingnya ketika seekor buaya mencengkeram dia masuk ke tenggorokannya dan dengan keras mengguncang dia selama 10-20 detik sebelum akhirnya melepaskan dia.
Morrow lalu dibantu naik ke atas perahu oleh teman-temannya. Kekuatan dari rahang buaya itu menusuk dan merobek dadanya dan mematikan salah satu paru-parunya. Kepalanya terlihat melekuk dan bekas gigitan masih terlihat di lehernya.
Satu-satunya hal yang James sanggup lakukan saat diserang adalah untuk memukul-mukul buaya tersebut di tenggorokannya. Beruntung alat snorklingnya masih terpasang di wajahnya. James menggunakan alat itu dengan upaya penyelamatan. Contohnya mata tertusuk.

Kootoo Shaw
Bekerja sebagai pemandu berburu, Kootoo Shaw sedang membantu sekelompok pemburu dari Wisconsin. Saat Shaw sedang tertidur di tenda, seekor beruang kutub menargetkan dia untuk menjadi santapannya di pukul 4 pagi. "Dia sudah menancapkan cakarnya di bawah leher saya untuk sementara waktu, aku bisa mendengar nafasnya, lalu ia melepaskan cakarnya dan dia melompat di atas saya sebanyak empat kali," kenangnya.
Pemburu lain menembak dan membunuh beruang itu, namun Shaw menderita luka mengerikan. Dia mendapatkan banyak bekas cakaran dan juga gigitan dan memerlukan hampir 300 jahitan untuk menempelkan kembali kulit kepalanya.

Ada banyak hal yang menginspirasi ketika menghadapi maslah besar. Bukan malah mengeluh dan menyalahkan hidup. Belum lagi curhat di media sosial sambil menyalahkan dan mengumpat siapapun. Bila masih melakukan hal itu, mungkin saja kamu kurang bersyukur.
(wk/)