Ini mata uang negara di Asia Tenggara yang mengalami penurunan pada 2016.
- Tim WowKeren
- Kamis, 05 Januari 2017 - 09:14 WIB
WowKeren - Beberapa kejadian terjadi sepanjang 2016, termasuk di bidang ekonomi. Berdasarkan data terbaru diketahui jika mata uang Filipina, Peso memiliki kinerja terburuk jika dibandingkan mata uang lain di Asia Tenggara.
Sejumlah pihak berpendapat jika hal ini terkait dengan rencana anggaran Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang meningkatkan impor. Sedangkan kenaikan suku bunga AS memacu arus keluar modal.
Peso diperkirakan akan menurun di tengah perkembangan ekonomi Filipina yang lebih cepat dari tujuh persen. Apalagi proses infrastruktur pemerintah mendorong adanya permintaan barang dari luar.
"Kondisi ini menjadi tantangan sendiri bagi Peso untuk beberapa tahun mendatang. Sektor domestik memicu banyaknya impor baik untuk konsumsi atau yang lainnya," ujar Ekonomi Dutch Lender, Joey Cuyegkeng.
Sementara itu, pada 2016 Peso diketahui sudah melemah 5,2 persen atas Dollar AS. Menurut Cuyegkeng, nilai tukar mata uang Filipina ini akan terus melemah hingga 4,4 persen di akhir 2017.
(wk/)