Andhara menceritakan awal-awal dirinya saat mengetahui kabar kematian sang keponakan, seperti apa?
- Tim WowKeren
- Senin, 09 Januari 2017 - 19:21 WIB
WowKeren - Andhara Early sempat bersungkawa atas kematian tragis sang keponakan dari Ir Dodi Triono yang menjadi korban perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur. Ibu satu anak ini pun menceritakan awal-awal dirinya saat mengetahui kabar kematian sang keponakan. Menurut Andhara, ia sampai berkeringat dingin dan gemetar.
"Enggak tahu mau apa. Buka ponsel enggak tahu mau hubungi siapa untuk menyebarkan berita seperti ini. Karena kepulangan almarhum dan almarhumah bukan sesuatu yang lazim terjadi," ujar Andhara saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Senin (9/1). "Ada yang berpulang karena sakit, tapi ini peristiwa yang tragis. Sampai sekarang kita baca beritanya masih enggak habis pikir kejadian ini bisa terjadi."
Andhara pun akhirnya memilih untuk membatasi diri membaca berita. Sebagai tante, Andhara pun mengungkap kenangan terakhirnya bersama keponakan-keponakannya.
"Terakhir lebaran karena keponakan-keponakan makin gede-gede. Sudah ABG, jadi kayak teman. Gaya bicaranya sama kayak teman," lanjut Andhara. "Aku melihat almarhum sosok yang dibilang bukan anak kecil lagi. Perkembangan mereka luar biasa. Demikian juga Anet, karena ketemu setahun sekali perkembangannya pasti signifikan banget. Ya kenangan yang bisa aku dapat ya terakhir momen itu saja."
Kasus perampokan sadis di Pulomas ini ada 11 orang yang menjadi korban penyekapan di dalam kamar mandi. Dari 11 orang yang disekap di kamar mandi, enam orang tewas lantaran kehabisan oksigen, sedangkan lima lainnya sempat kritis.
(wk/)