Simak pengakuan mengejutkan dari salah satu peserta Diksar maut Mapala UII itu di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Jumat, 27 Januari 2017 - 09:34 WIB
WowKeren - Kasus kekerasan acara pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Indonesia (Mapala UII) yang menewaskan 3 peserta akhirnya mulai diusut oleh polisi. Dilansir krjogja, salah satu peserta yang tengah dirawat di Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) akhirnya memberikan kesaksian tentang apa yang mereka alami di kegiatan tersebut.
Peserta yang bernama M Rahma Daniel tersebut menceritakan apa yang dialami di hadapan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir ketika mendapatkan kunjungan langsung. Rahma mengatakan selama kegiatan, pukulan dan tamparan sering kali terjadi meskipun peserta tidak melakukan kesalahan. Bahkan ia sempat pula mendapatkan tamparan di pipi oleh panitia lapangan yang tak dikenalnya.
"Begitu datang itu diajari membaca peta, navigasi darat gitu tapi ada juga merayap, rolling tapi ada juga yang dipukul," kata Rahma. "Ada yang ditampar pipi kadang dipukul perut dan dada, kalau saya pernah juga ditampar."
Menurut Rahma, aksi pemukulan yang dilakukan tidak memperhitungkan kesalahan peserta. Meskipun tidak salah, namun tamparan dan pukulan dilakukan oleh panitia yang ada di lapangan. "Nggak melanggar apa-apa, tapi memang mungkin operasionalnya seperti itu. Mungkin semacam SOP (Standar Operasional Prosedure)," kata Rahma.
(wk/)