Emma Watson Perankan Penderita Stockholm Syndrome di 'Beauty and the Beast'?
Film

Beginilah penjelasan Emma Watson terkait karakter Belle yang diperankannya dalam 'Beauty and the Beast'.

WowKeren - Emma Watson berpikir panjang dan keras sebelum memutuskan untuk menerima tawaran bermain film "Beauty and the Beast (2017)". Aktris berusia 26 tahun ini memikirkan bagaimana caranya untuk menampilkan sosok Belle dalam film live action Disney tersebut.

Dalam majalah Entertainment Weekly, Watson mengaku berpikir keras mengenai karakter Belle yang disandera oleh Beast dalam kastilnya. Ia mempertanyakan apakah ia memiliki Stockholm Sydrome atau tidak. Pasalnya, Belle dikisahkan menjadi jatuh cinta pada Beast setelah disekap berhari-hari.

Sebagai informasi, Stockholm Sydrome merupakan respon psikologis dimana dalam kasus-kasus tertentu para sandera menunjukkan tanda-tanda kesetiaan kepada penyanderanya tanpa mempedulikan bahaya atau risiko yang telah dialami oleh sandera itu. "Itu sesuatu yang aku benar-benar pikirkan dari awal: pertanyaan Stockholm Sydrome" ujarnya .

Sebagai aktivis feminis, Watson pun menciptakan Belle menjadi sosok wanita yang mandiri. Dalam filmnya, Belle akan aktif beradu argumen dengan Beast.


"Ia tidak memiliki karakter orang yang memiliki sindrom Stockholm karena ia tetap mandiri dan memiliki pemikiran yang bebas," ujarnya. "Aku juga berpikir ada sebuah perhatian yang membuat Belle memutuskan untuk tinggal."

Diadaptasi dari versi animasi rilisan 1991, film live action "Beauty and the Beast" ini akan menuturkan kisah seorang gadis muda, cantik dan mandiri yang ditawan di kastil milik seorang pangeran buruk rupa. Meskipun takut, ia berusaha untuk berteman dan belajar memahami Beast.

Selain Emma Watson, "Beauty and the Beast" juga dibintangi oleh Dan Stevens, Luke Evans, Josh Gad, Audra McDonald dan masih banyak lagi. Rencananya, film garapan Bill Condon ini akan dirilis pada 17 Maret mendatang.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!