Seorang nenek di Jember tiba-tiba menjadi viral karena kebiasaannya memakan rumput. Namun ketika dikonfirmasi ulang hal itu salah besar.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 04 Maret 2017 - 08:43 WIB
WowKeren - Kabar Rokayah yang nekat makan rumput karena kelaparan asal Dusun Krajan B, RT 02, RW 07, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Jember menjadi viral di media sosial. Namun kabar tentang nenek itu langsung diklarifikasi Pemkab Jember.
Kabaghumas Pemkab Jember Sri Wahyuniatik menyebutkan, Rokayah memakan jenis dedaunan yang biasa disebut sembukan, bukan rumput. Dikutip dari Jawa Pos Radar Jember, Yuni –sapaan karib Sri Wahyuniatik– mengakui, Bupati Faida telah memerintahkan tim gerak cepat yang dibentuk untuk bisa merespons sejumlah persoalan yang dialami kaum duafa. "Sebab, Beliau (Bupati, Red) masih ada kegiatan kedinasan di Jakarta," tuturnya.
Yuni mengungkapkan, Faida terkejut saat membaca kabar yang menjadi viral di medsos tersebut. Terlebih, Faida memang fokus mengentaskan persoalan duafa di Jember. Bahkan saat ini Pemkab Jember tengah mendata lansia dan anak yatim piatu untuk bekal peta pembangunan di Jember. "Bupati berterima kasih atas kabar yang begitu meski perlu diluruskan," katanya.
Seperti yang dilaporkan Camat Bangsalsari kepada pihak Humas Pemkab Jember, Rokayah memang pernah mengonsumsi daun sembukan. Saat itu, lanjut Yuni, Rokayah sakit perut dan mengalami masalah pencernaan. "Orang desa itu yakin bisa sembuh kalau mengonsumsi daun sembukan," terangnya.
Sementara itu, Miskianto, ketua RT tempat Rokayah tinggal, mengaku nggak pernah melihat warganya makan rumput. Saat ditanya, Rokayah mengakui bahwa rumput yang dimaksud adalah sembukan. "Kalau ditanya bahasa Indonesia, mengakunya rumput. Tapi, saat berbahasa Madura, baru menyebut sembukan. Sebab, dia nggak mengerti pertanyaan bahasa Indonesia," terangnya.
(wk/)