Ini tanggapan Djarot soal elektabilitasnya yang dikalahkan Anies- Sandi di survei Median.
- Tim WowKeren
- Selasa, 07 Maret 2017 - 10:20 WIB
WowKeren - Lembaga Media Survei Indonesia (Median) baru-baru ini merilis hasil survei pasangan cagub-cawagub Pilkada DKI Jakarta menjelang putaran kedua. Dari hasil itu diketahui jika Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil unggul dengan 46,3 persen. Sedangkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 39,7 persen.
Menanggapi hasil survei itu, Djarot akhirnya buka suara. Meski begitu Wakil Gubernur DKI itu rupanya menyikapi dengan santai.
"Enggak apa-apa begini biasa saja, hasil survei dulu juga begitu ya sejak pertama juga begitu. Bukan saya enggak percaya sama lembaga survei tapi pernah bayangin enggak Ahok-Djarot pernah di posisi 10,5 persen loh ya," ujar Djarot.
Djarot mengaku baginya dan Ahok yang terpenting adalah bagaimana bekerja dan mensejahterakan warga Jakarta. Menurutnya ia dan Ahok akan meneruskan program dari masa sebelumnya jika nantinya berhasil terpilih.
"Biar saja kerja saja jalan yang penting begini tingkat kepuasan warga kepada Basuki-Djarot yang merupakan kelanjutan dari Jokowi-Basuki itu cukup tinggi, mereka merasakan betul hanya saja yang kemarin itu di goreng-goreng itu kan isu SARA terus terang saja," imbuhnya.
Lebih lanjut, terkait isu SARA yang beredar di kalangan masyarakat. Salah satunya termasuk spanduk kontroversial yang dipasang di sejumlah masjid.
Djarot menilai jika hal tersebut bukanlah cara yang benar untuk menyuarakan aspirasinya. Ia berharap warga akan diberikan kedewasaan dalam menyikapi berbagai persoalan.
"Saya yakin warga Jakarta akan diberi cahaya, diberikan ketenangan, diberikan kecerdasan dan kedewasaan," tutur Djarot. "Mari kita ciptakanlah Jakarta yang modern, kita berkompetisi secara sehat dan saya ngomong please jangan gunakan isu-isu SARA ya itu saja."
(wk/)