Sejumlah agensi membocorkan perlakuan tak adil pada trainee selama di asrama. Apa saja?
- Tim WowKeren
- Selasa, 21 Maret 2017 - 09:31 WIB
WowKeren - "Produce 101" season 2 masih akan dimulai pada 7 April mendatang. Namun progran survival yang digelar Mnet ini harus menuai kontroversi lantaran kabar adanya diskriminasi berdasarkan tingkatan.
Seperti yang diketahui, trainee "Produce 101" digolongkan berdasarkan tingkatan A hingga F. Berbeda dengan season pertama, kali ini trainee yang berada di tingkatan terendah mendapat makanan yang berbeda serta dibatasi menggunakan kamar mandi.
"Kamar mandi hanya boleh digunakan oleh grup A, jadi trainee di tingkatan lebih rendah mengalami kesulitan karena tidak bisa mengurus kebutuhan biologis mereka. Kami mengerti bahwa itu wajar bagi grup trainee karena banyaknya jumlah mereka, tapi itu tidak adil untuk tingkatan yang berimbas pada segalanya," tutur salah satu agensi.
Tak hanya soal kamar mandi, makanan yang disediakan untuk trainee juga dibedakan. Trainee di tingkatan atas mendapat semua makanan sedangkan yang lebih rendah hanya diberi nasi saja.
"Mereka adalah pria-pria yang sedang tumbuh, tapi mereka cuma makan nasi tanpa lauk. Mereka tidak diberi cukup makanan dan mereka dipaksa untuk bertahan dengan itu. Trainee di tingkatan lebih rendah tentu saja harus makan dan mendapat kekuatan, tapi mereka menjadi semakin lemah. Kami khawatir ini hanya akan membuat mereka merasa kalah."
Trainee di tingkatan rendah hanya diperbolehkan keluar asrama jika tingkat tinggi sudah pulang. Mereka harus menunggu hingga 6 jam untuk bisa pulang ke rumah.
"Agensi hanya bisa menuruti perintah staf karena jika kami komplain, itu bisa berdampak buruk pada trainee. Para trainee bekerja keras untuk bisa tampil. Kami sedih usaha mereka sepertinya sia-sia."
Alhasil kabar adanya diskriminasi di "Produce 101" season 2 ini menuai hujatan dari netter. Banyak yang menghujat Mnet lantaran kasihan pada trainee yang diperlakukan seolah bukan manusia.
"Apa mereka gila? Trainee-trainee itu juga manusia. Kenapa mereka diperlakukan berbeda?" komentar salah satu netter. "Ini konyol," tambah netter lain. "Ini jelas salah," pungkas lainnya.
(wk/)