Begini tanggapan Ahok soal aplikasi 'Tamasya Al-Maidah' yang diluncurkan GNPF MUI.
- Tim WowKeren
- Selasa, 21 Maret 2017 - 10:28 WIB
WowKeren - Menjelang pemungutan suara putaran kedua Pilgub DKI pada 19 April 2017 mendatang, masyarakat dihebohkan dengan adanya ajakan "Tamasya Al Maidah". Gerakan itu merupakan ajakan untuk warga luar Jakarta agar mau mengawasi TPS selama pemilihan berlangsung.
Gerakan ini bahkan sudah tersedia dalam aplikasi smartphone untuk mengawal jalannya Pilkada agar berlangsung damai dan tertib. Mengenai gerakan yang muncul dari lawan politiknya itu, Basuki Thahaja Purnama atau Ahok mengaku tak khawatir.
Ahok bahkan menilai hal itu bisa membantu semua pihak dalam memantau kecurangan di TPS. "Enggak apa-apa. Makanya kita harus sepakat sekarang antar pasangan calon (paslon) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Ahok dilansir dari Liputan 6, Senin (20/3).
"Ketika orang membawa C6 harus menunjukkan KTP, saksi berhak bukti tersebut. Jadi oknumnya tidak dapat memberikan C6 ke orang lain. Sehingga saksi jangan hanya duduk saja tapi boleh mencocokkan C6 dengan KTP yang dibawanya," jelas Ahok. "Kalau tidak sama, tangkap bersama."
Sementara itu Djarot Saiful Hidayat menganggap hal tersebut sebagai aksi yang aneh. Namun dia menyerahkan sepenuhnya kepada ulama GNPF MUI sebagai lembaga yang meluncurkan aplikasi "Tamasya Al Maidah".
(wk/)