Cegah Aksi Teror, AS dan Inggris Larang Penumpang Pesawat Bawa Laptop ke Kabin
Dunia

Ini alasan AS dan Inggris memutuskan untuk melarang penumpang pesawat membawa laptop dan barang elektronik lainnya ke kabin.

WowKeren - Pemerintah Amerika Serikat beberapa waktu lalu mengeluarkan larangan membawa laptop, tablet atau alat elektronik lainnya ke kabin pesawat. Langkah tersebut belakangan kabarnya juga diikuti oleh Inggris.

Diketahui kebijakan tersebut dikeluarkan lantaran adanya informasi intelijen yang menyebutkan kemungkinan akan adanya serangan teroris. Meski begitu tidak diketahui informasi macam apa yang mereka terima.

"Pemerintah AS mengkhawatirkan aksi terorisme yang menargetkan aviasi komersial, termasuk pusat transportasi dalam dua tahun terakhir," jelas seorang pejabat AS.


Pejabat AS itu menjelaskan larangan itu dibuat sebagai pencegahan atas terorisme salah satunya seperti yang menimpa maskapai Daallo Airlines pada 2016 lalu. Pada saat itu seorang penumpang diduga melakukan aksi bom hingga menimbulkan lubang di bagian samping pesawat.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan kemudian diketahui jika ledakan itu berasal dari laptop yang telah diisi peledak. Beruntung meski ada insiden itu, pesawat tetap bisa mendarat dengan selamat.

Sementara itu di AS sendiri, larangan tersebut diberlakukan untuk penerbangan tujuan AS dari 10 bandara di delapan negara mayoritas muslim. Diantaranya adalah Yordania, Kuwait, Mesir, Turki, Arab Saudi, Maroko, Qatar dan Uni Emirat Arab. Sedangkan maskapai internasional yang terkena kebijakan ini adalah Royal Jordanian, EgyptAir, Turkish Airlines, Saudi Arabian Airlines, Kuwait Airways, Royal Air Maroc, Qatar Airways, Emirates dan Etihad Airways.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!