Ini alasan Komnas Anak mendorong kasus penculikan dan penjualan organ anak tetap ditelusuri.
- Tim WowKeren
- Jumat, 24 Maret 2017 - 16:49 WIB
WowKeren - Isu penculikan dan penjualan organ anak yang tersebar di media sosial tengah meresahkan masyarakat. Apalagi dalam sejumlah postingan yang beredar disebutkan secara rinci mulai harga mata, hingga organ dalam dengan nominal puluhan ribu hingga miliaran rupiah.
Pihak kepolisian kemudian berusaha mendalami isu yang berkembang luas tersebut. Meski begitu, beberapa waktu lalu mereka mengatakan jika hal itu hanya hoax semata.
Namun, pernyataan berbeda justru diungkap oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, ia berharap para orangtua untuk tetap waspada.
"Itu sudah ada laporan. Lima tahun yang lalu, sempat menjadi isu internasional. Bank organnya ada di negara Jepang," ujar Arist. "Sangat dimungkinkan sehingga ini perlu diwaspadai. Untuk itu, masyarakat juga perlu waspada. Tapi jangan sampai juga menjadi paranoid."
Arist mengatakan jika kejadian tersebut telah terjadi di sejumlah negara lain seperti, Bangladesh, Nepal, India, dan Myanmar. Meski di Indonesia belum ada, ia berharap pihak kepolisian akan tetap melakukan penelusuran. Pasalnya, penjualan organ biasanya dilakukan oleh sindikat profesional sehingga sulit diungkap.
"Belum ada temuan. Tapi saya harap polisi bisa ungkap, karena polisi yang punya otoritas dengan kewenangannya. Supaya para predator yang memang punya niatan seperti itu tidak lagi leluasa. Sebab, kewaspadaan itu penting. Dan saya harap memang tidak terjadi," imbuhnya.
Sementara itu selain penjualan organ, sebelumnya publik juga sempat digegerkan oleh grup pedofil yang marak di Facebook. Bahkan mereka kabarnya memiliki jaringan internasional.
(wk/)